WartaKita.org – Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2024 Polres Klaten resmi berakhir pada 17 Maret 2024 lalu.
Dari analisa dan evaluasi (anev) yang dilakukan, Polres Klaten mendapatkan sejumlah capaian positif.
Kapolres Klaten AKBP Warsono melalui Kasi Humas AKP Abdillah menyampaikan, kasus laka lantas pada periode operasi tahun ini menurun 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun sebelumnya (2023) ada 55 kasus. Sedang tahun ini (2024) turun menjadi 23 kasus. Korban luka ringan dari 61 orang menjadi 37 orang. Korban meninggal dunia dan korban luka berat alhamdulillah tidak ada,” katanya.
AKP Abdillah menyatakan, pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka pelanggaran lalu lintas turun sebesar 68 persen. Dari angka 6.202 kasus menjadi 1.969 kasus pelanggaran lalu lintas.
Hal ini mencerminkan bahwa kesadaran tertib berlalu lintas di Kabupaten Klaten sudah meningkat.
“ETLE tahun sebelumnya (2024) ada 4.202 perkara. Sedang tahun ini hanya ada 37 perkara. Teguran turun 884 perkara. Dari tahun sebelumnya 1.997 perkara menjadi 1.113 perkara. Namun untuk tilang manual mengalami kenaikan sebanyak 819 perkara, tahun sebelumnya tidak ada,” jelasnya.
Kasi Humas Polres Klaten menjelaskan, dari sekian penindakan yang dilakukan oleh Polres Klaten, mayoritas didominasi oleh pengendara sepeda motor dengan pelanggaran secara kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, perlengkapan kendaraan, serta melanggar rambu-rambu dan marka jalan.
“Adapun pelanggaran lainnya yaitu menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis,” tandasnya.
Abdillah menambahkan, meskipun operasi ini telah berakhir, namun upaya penegakan hukum dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas akan terus dilakukan demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.
“Polres Klaten mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan partisipasi masyarakat yang telah tertib berlalu lintas serta ikut mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas di lingkungan maupun komunitas masing-masing,” ucapnya.









