WartaKita.org – Dinas Pariwisata DIY berkolaborasi dengan Bregada (Prajurit Keraton Yogyakarta) rutin mengkampayekan protokol kesehatan (prokes) di kawasan Malioboro, Yogyakarta pada akhir pekan.
Seperti yang dilakukan Sabtu (11/12/2021) lalu.
Perwakilan Dinas Pariwisata DIY, Ndari mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 ini, Bregada bertugas menjadi penjaga dan mengkampayekan protokol kesehatan kepada masyarakat dan wisatawan agar menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga-jarak.
“Temen-temen Bregada ini membatu kita untuk mengkampanyekan protokol kesehatan. Mereka memperingatkan wisatawan untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.
Ndari menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini agar kawasan Malioboro dan tempat wisata wisata lainnya dapat terjaga dengan baik. Selain itu, juga untuk mengingatkan kembali kepada wisatawan dan masyarakat agar tetap nenaati protokol kesehatan.
“Meski pada PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ini libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak akan dilaksanakan, namun penanganan dari Dinas Pariwisata tetap sama dengan peraturan sebelumnya. Hanya saja, pada libur Natal dan Tahun Baru ini akan diperketat bagi wisatawan yang ingin berlibur di kawasan Malioboro,” ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan, tidak akan ada penyekatan di kawasan Malioboro saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
“Penanganan akan tetap sama dengan peraturan sebelumnya. Hanya saja, pada libur Nataru ini akan lebih diperketat bagi wisatawan. Dan tetap dilakukan pembatasan di kawasan Malioboro,” tandasnya.
Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan, untuk kawasan Malioboro tidak diterapkan penyekatan. Namun, terdapat kemungkinan, kawasan Malioboro akan diterapkan sistem buka-tutup menjelang Nataru.









