WartaKita.org – Potensi desa sangatlah berlimpah dan beragam. Pemerintah Desa dapat mengembangkan potensi desa melalui berbagai kegiatan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya yang perlu dilakukan yaitu melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan potensi lokal desa. Selain itu, perlu juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi desa yang ada.
Pernyataan ini disampaikan Lurah Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Agus Sutanto saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta di Kantor Kalurahan setempat, Senin (22/5/2023).
Untuk diketahui, LPPM Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta melakukan sarasehan, kunjungan lapangan dan pendampingan di Kalurahan Caturharjo dari Senin sampai Jumat (22-26/5/2023).
Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan LPPM UP45 Yogyakarta adalah audiensi dan koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Caturharjo, sarasehan temu Kelompok Ternak “Sedyo Raharjo” dan kunjungan lapangan di berbagai kelompok usaha di Kalurahan Caturharjo.
Lurah Caturharjo Agus Sutanto mengatakan, Kalurahan Caturharjo sebenarnya memiliki bermacam-macam potensi, khususnya potensi pertanian. Pengelolaan berbagai potensi ini dilakukan oleh kelompok masyarakat. Di Kalurahan Caturharjo ini terdapat kelompok ternak, kelompok budi daya ikan dan kelompok tani milenial.
“Kalurahan Caturharjo juga memiliki potensi budaya, sehingga Kalurahan Caturharjo menyandang predikat sebagai Desa Budaya. Selain itu, Caturharjo juga menjalankan Program Desa atau Kalurahan Ramah Anak, dan lain sebagainya ,” kata Lurah Caturharjo Agus Sutanto yang didampingi Carik Caturharjo Nilawati.
Sedang Ketua LPPM Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Muhammad Novriansyah Aridito menyampaikan, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta melalui LPPM mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kalurahan Caturharjo ini dimaksudkan untuk menginisiasi kerjasama dengan Caturharjo untuk kerjasama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan tersebut untuk mengembangkan potensi lokal desa. Sehingga diharapkan dapat membelajarkan mahasiswa tentang kehidupan sosial masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Program KKN Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Andriya Riswidianto di sela Sarasehan Temu Kelompok Ternak “Sedyo Raharjo” Caturharjo menjelaskan, potensi lokal Kalurahan Caturharjo yang beragam antara lain budidaya pertanian, budidaya ternak dan perikanan serta potensi budaya lainnya ini dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi desa yang lebih optimal. Usaha ekonomi desa model seperti ini tidak semata wirausaha bisnis hanya mencari keuntungan, namun juga bersifat sosial atau “Social Entrepreneurship”.
“Kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan perguruan tinggi dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa. Kegiatan KKN dapat dilakukan untuk mendorong pengembangan potensi desa yang ada,” jelas Andriya yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta ini.
Terkait, salah satu warga Caturharjo, Yani yang juga Owner Rumah Batik “Pojokan” Kalurahan Caturharjo di sela kunjungan lapangan menuturkan, usaha batik miliknya mengalami penurunan penjualan saat wabah pandemi Covid 19 berlangsung. Sebelum Covid 19 melanda, sebenarnya usaha batiknya berjalan baik dan berkembang. Rumah Produksi Batik “Pojokan” ini juga sering menerima kunjungan studi wisata dari berbagai kalangan khususnya pelajar dari berbagai daerah.
“Namun setelah pandemi melanda, usaha batik ini berkurang. Usaha ini sebenarnya memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan usaha dan bangkit kembali setelah pandemi. Dukungan tersebut bisa berupa upaya pemasaran atau pengembangan motif dan lain sebagainya,” ucap Yani yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Kalurahan Caturharjo ini.









