WartaKita.org – Sejumlah 44 anak yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Public Speaking dan Teater Palusaka (SMP Pangudi Luhur 1 Klaten) membagikan 20 paket sembako dan 20 nasi kotak makan siang kepada para tukang becak dan penjual keliling yang sering mangkal di sekitar sekolah setempat pada Jumat (30/8/2024) siang.
Kegiatan ini diadakan dalam rangka mengawali kegiatan ekstrakurikuler awal semester sekaligus merayakan HUT Kemerdekaan ke 79 RI.
Paket sembako yang dibagikan kali ini berupa beras, gula, mie instan, dan minyak. Dana yang digunakan untuk bakti sosial ini adalah hasil dari celengan anak-anak selama sekitar 10 bulan di tahun ajaran sebelumnya.
Salah satu anak Ekstrakurikuler Public Speaking dan Teater Palusaka, Agatha Gendis menyampaikan, mereka mengumpulkan uang receh setiap hari dari pecahan Rp100 sampai Rp1000.
Keberadaan uang receh yang sering dipandang sebagai sesuatu yang kecil dan sepele oleh sebagian orang ini ternyata bisa memberikan dampak yang bermanfaat bagi sesama bila dikumpulkan dan dikelola dengan baik.
“Setiap hari kami menyisihkan minimal Rp100 dari uang saku kami untuk dimasukkan ke celengan dari botol bekas. Setelah sekian bulan, celengan itu dikumpulkan lagi di sekolah dan uang yang terkumpul itu digunakan untuk berbagi,” katanya.
Agatha Gendis menyatakan, uang yang terkumpul dari celengan tersebut kurang lebih berjumlah Rp1.300.000 dan digunakan untuk membeli paket sembako serta paket makan siang untuk dibagikan pada tukang becak dan penjual keliling di sekitar sekolah.
“Kasihan para tukang becak, karena sekarang sudah banyak tergeser oleh transportasi berbasis online. Belum tentu dalam sehari mangkal, mereka bisa membawa pulang cukup uang. Inilah alasannya mengapa dipilih tukang becak untuk diberikan sembako,” jelasnya.

Sedang Pendamping Ekstrakurikuler Public Speaking dan Teater Palusaka, Bernad Setiaji mengatakan, pembelajaran public speaking dan teater di SMP Pangudi Luhur 1 Klaten sebenarnya lebih kepada pendidikan karakter atau character building. Yaitu bagaimana anak-anak bisa menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum ataupun berkomunikasi dengan orang lain. Dan tentunya melatih kepekaan sosial anak-anak untuk mau berbagi kepada sesama. Salah satunya adalah dengan gerakan menabung receh ini.
“Ini bukan soal besar atau kecilnya uang yang terkumpul. Tetapi intinya adalah keikhlasan hati anak-anak untuk menyisihkan sedikit dari uang saku mereka untuk digunakan berbagi kepada sesama dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Pihak sekolah menyambut baik dan mendukung kegiatan berbagi berkat yang dilakukan anak-anak ini. Sekolah berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut lagi secara rutin. Ini merupakan kegiatan yang positif untuk melatih anak-anak supaya mau berbagi kepada sesama yang membutuhkan.









