WartaKita.org – Persaingan bakal calon Bupati (Bacabup) dan bakal calon Wakil Bupati (Bacawabup) Klaten dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 dipastikan bertambah gayeng menyusul dibukanya pendaftaran Bacabup dan Bacawabup melalui DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah (Jateng).
Sejumlah tokoh pun dikabarkan sudah mengambil dan bahkan telah mengembalikan berkas formulir pendaftaran Bacabup dan Bacawabup Klaten di Sekretariat DPD PDIP Jateng di Semarang.
Salah satunya adalah Dosen senior Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten Dr Nanik Herawati, M.Hum.
Saat menggelar jumpa pers di rumahnya di Jalan Manahan 16, Kampung Pundungan, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara pada Sabtu (7/12/2019) malam, Nanik Herawati menyatakan, dia sudah mengembalikan berkas formulir pendaftaran Bacabup Klaten di Kantor DPD PDIP di Panti Marhaen Semarang pada Sabtu (7/12/2019).
“Saya sudah mengembalikan berkas formulir pendaftaran Bacabup Klaten (Sabtu) tadi pagi di Semarang, dan telah dinyatakan lengkap. Dengan demikian, saya resmi mendaftar sebagai bakal calon Bupati Klaten melalui DPD PDIP Jateng,” katanya.
Pengajar mata kuliah Bahasa Indonesia itu menyampaikan, alasan dia mendaftar Bacabup Klaten ini karena ingin menyejahterakan rakyat.
“Dari dulu saat saya masih tinggal di Boyolali, saya ini suka membantu dan dekat dengan rakyat kecil. Seperti tukang becak, penjual sayur, dan lainnya. Saya selalu menyisihkan penghasilan saya untuk membantu mereka. Hal itu juga terus saya lakukan saat saya pindah ke Klaten. Saya juga membantu anak-anak yang kurang mampu namun berpreatasi untuk terus melanjutkan pendidikan mereka. Karena pendidikan itu penting bagi hidup dan masa depan seseorang,” ujarnya.
Untuk maju menjadi Bupati Klaten, penulis puluhan buku ini telah menyiapkan visi, misi, dan berbagai program kerja. Diantaranya satu, menyejahterakan masyarakat secara beradab dan berbudaya. Dua, menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, jujur, dan mengayomi masyarakat. Tiga, membangun relasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
“Empat, meningkatkan SDM (sumber daya manusia) generasi milenial untuk menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045. Lima, melestarikan dan menghidupkan berbagai seni dan budaya yang ada di Klaten. Enam, menciptakan lapangan kerja. Tujuh, mempermudah investor masuk ke Klaten atau pro investasi, dan lainnya,” paparnya.
Ibu empat anak ini mengatakan, niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Klaten ini bukan semata-mata untuk mencari jabatan. Tetapi bagaimana dia bisa membuat kebijakan yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya ingin mengabdikan diri saya kepada bangsa dan negara, Karena itu, saya memilih melalui PDIP. Sebab partai ini sejalan, senafas, dan seperjuangan dengan jiwa Marhaen yang tumbuh dalam diri saya sejak kecil,” ucapnya
Keinginan mantan Koordinator relawan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin ini untuk mencalonkan Bupati Klaten mendapat dukungan penuh dari keluarga. Suami Nanik Herawati, Edi Purwono mengaku bangga dengan kebulatan tekad istrinya untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kabupaten Klaten.
“Keluarga men-support dengan total. Dan sebagai suami, saya sangat bangga. Semoga keinginan istri saya untuk menjadi Bupati Klaten dapat terwujud. Saya juga sudah berpesan kepada istri saya untuk siap segalanya sebelum memutuskan untuk terjun di dunia politik,” tandasnya.









