WartaKita.org – Masalah gizi masih menjadi perhatian Pemerintah. Sampai kini, Pemerintah terus berupaya untuk memenuhi gizi masyarakat melalui berbagai program yang dicanangkan dan melakukan edukasi terkait pentingnya gizi kepada masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Direktur Umum Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten dr Netty Herawati, SpOG saat peringatan Hari Gizi Nasional dan pembukaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke 34 RSCH Klaten di rumah sakit setempat, Kamis (25/1/2018).
“Sebenarnya, negara kita itu kaya. (buktinya) Apa saja yang ditanam bisa tumbuh. Cuma, pengetahuan (masyarakat) tentang gizi mungkin belum bagus, sehingga masih banyak anak-anak yang kurang gizi. Hal ini tentu saja berdampak pada pertumbuhan anak, dan kesehatan bagi orang dewasa,” katanya.
Karena itu, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ini, RSCH Klaten menggelar kegiatan pemberian makanan tambahan dan sosialisasi tentang gizi kepada pengunjung rumah sakit dan pasien yang sedang menjalani rawat inap.
Pemberian makanan tambahan dilakukan secara simbolis oleh Netty Herawati didampingi jajaran direksi dan sejumlah perawat kepada beberapa pasien yang dirawat di Kamar Anggrek dan Kusuma. Sedang sosialisasi tentang gizi dilakukan oleh Ahli Gizi RSCH Klaten Yuliati Purnama Esti kepada para pengunjung di lobby rumah sakit.
Netty Herawati menjelaskan, pemberian makanan tambahan ini merupakan upaya RSCH Klaten sebagai instansi yang bergerak pada bidang kesehatan dalam mendukung peringatan Hari Gizi Nasional sekaligus pemenuhan gizi kepada masyarakat.
“Pada peringatan Hari Gizi Nasional kali ini, kita memberikan (makanan tambahan) bubur kacang ijo dan jeruk. Karena kacang ijo itu tinggi vitaminnya, seperti Vitamin E dan Vitamin B. Sedangkan jeruk itu banyak Vitamin C. Nah, vitamin-vitamin itulah yang melancarkan enzim-enzim di tubuh kita, sehingga meregenerasi sel dan mendukung kesembuhan pasien. Gizi sangat dibutuhkan oleh tubuh, utamanya mereka yang sedang sakit untuk meregenerasi sel-sel yang rusak,” paparnya.
Netty menyatakan, edukasi yang benar tentang gizi perlu terus disampaikan kepada masyarakat. Ini karena edukasi yang berkaitan dengan gizi kepada masyarakat dirasa masih kurang.
“Peringatan Hari Gizi Nasional ini menjadi momen yang baik bagi kita untuk terus menggalakkan edukasi tentang gizi kepada masyarakat. Karena pengetahuan tentang gizi yang baik ini perlu disampaikan kepada orang yang sehat maupun yang sakit,” tandasnya.
Dalam edukasi gizi ini, ahli gizi RSCH Klaten Yuliati Purnama Esti menyampaikan program “Cerdik” untuk mewujudkan hidup yang sehat. Cerdik yang dimaksud meliputi cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin beraktifitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.









