WartaKita.org – Polda Jawa Tengah menargetkan bisa membentuk 8.000 kampung siaga covid-19 pada bulan Juni ini.
Jika jumlah tersebut dapat terwujud, Polda Jateng yakin dapat membantu masyarakat dan Pemerintah dalam mencegah dan menghentikan penyebaran covid-19 di wilayah Jawa Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat meninjau kegiatan dapur umum sinergitas TNI-Polri Peduli covid-19 di sekretariat Muhamamdiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Klaten, Kamis (18/6/2020).
“Kampung siaga covid-19 ini didirikan sebagai sarana edukasi masyarakat dan menjadi pelopor dalam penanganan dan pencegahan covid-19. Seperti pembuatan masker, hand sanitizer, lumbung pangan, dapur umum, tempat karantina, dan lainnya,” katanya.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi mengatakan, kampung siaga covid-19 dibentuk dengan memberdayakan potensi masyarakat dan solidaritas sosial untuk menghentikan penyebaran covid-19. Konsep tersebut dapat diterapkan menjadi role model untuk diterapkan di daerah manapun.
“Ini akan menjadi kekuatan yang besar bagi kita untuk bersama-sama membangun komitmen, menghentikan penyebaran covid-19 di Jawa Tengah, serta mempersiapkan dan mendisiplinkan masyarakat menghadapi new normal,” ujarnya.
Kunjungan Kapolda Jateng ini disambut Bupati Klaten Sri Mulyani yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Minarso, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng melihat secara langsung aktifitas di dapur umum yang menyediakan logistik siap saji bagi warga terdampak covid-19.
Kapolda Jateng mengapresiasi kegiatan dapur umum di Klaten ini.
“Kegiatan dapur umum seperti ini juga dilakukan oleh jajaran Polres lain di wilayah Polda Jawa Tengah. Dan khusus di Klaten, kondisi dapur umumnya luar biasa. Penanganannya dilakukan secara sinergis dibantu dari Pemda, Kodim, dan unsur relawan,” tandasnya.
Kapolda menilai, keberadaan dapur umum di Klaten ini sangat positif.
“Karena dapur umum ini bertujuan untuk meringankan beban warga terdampak covid-19. Seperti mereka yang terisolir maupun yang berada di zona merah agar kebutuhan hidup mereka tercukupi,” terangnya.









