WartaKita.org – Apapun arah politik ke depan, peran dari gerakan moral masyarakat sipil sangat penting dalam rangka membangun demokrasi yang substansial. Gerakan masyarakat madani, termasuk dari kampus, di daerah-daerah maupun pusat harus berperan untuk melakukan koreksi dan mengawal kinerja pemerintahan yang ada supaya tidak melenceng dari semua regulasi dan norma yang ada.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam pembukaan acara Silaturahim dan Kajian Ramadan 1445 H yang diadakan ICMI DIY di Hotel Loman Yogyakarta pada Sabtu (6/4/2024).
Acara Silaturahim Ramadan ini menghadirkan pembicara Mantan Menko Polhukam Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A., dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DIY terpilih Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M.
Dalam acara yang dihadiri Ketua ICMI DIY Prof. Mahfud Solihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust) dan sekitar 40 Pengurus ICMI DIY tersebut Prof. Edy menyampaikan, walau Pilpres dan Pileg sudah usai, namun menyisakan banyak masalah, dan masih berjalan di Mahkamah Konstitusi.
“Namun apapun hasilnya harus diterima. Hanya saja kontrol dari elemen masyarakat sipil harus berjalan. Tak cukup dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saja. Ini agar dalam proses berjalannya pemerintahan, dan juga saat Pemilu tidak terjadi perilaku yang brutal dan melegalkan berbagai pelanggaran,” katanya.
Oleh karena itu, Rektor UWM ini mengatakan, ICMI sebagai insan intelektual harus peduli dan terlibat aktif mengawal dan memberikan masukan agar pemerintahan berjalan baik.
“Juga harus terlibat membantu pemikiran masalah regional DIY yang tingkat kemiskinan relatif tinggi,” ujar Prof. Edy.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar UMY Prof. Bambang Cipto menyatakan, demokasi Indonesia masuk kategori demokrasi yang cacat (flawed democracy). Proses demokrasi berjalan tidak baik dan dipengaruhi para oligarki yang berada di belakang politisi dan pengambil kebijakan.
Sedang Ketua ICMI DIY Prof. Mahfud Solihin dalam sambutan mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk bersilaturahim dan memberikan pencerahan tentang situasi sosial politik terakhir.
“Kita bersyukur, acara ini dapat menghadirkan figur nasional Prof Mahfud MD,” ucapnya.









