WartaKita.org – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten/Kota di eks Karesidenan Surakarta atau wilayah Solo Raya digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Senin (4/3/2019).
Musrenbangwil Solo Raya dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan dihadiri Bupati/Walikota dari eks Karesidenan Surakarta.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam paparan mengatakan, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, khususnya di Solo Raya dan kecamatan maupun desa harus bekerjasama dalam berbagi tanggungjawab untuk menuntaskan permasahan dan untuk melayani masyarakat.
“Kerjasama tersebut meliputi penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan pengangguran, peningkatan kualitas hidup dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan kapasitas dan daya saing ekonomi rakyat secara berkelanjutan, peningkatan ketahanan daerah dalam penanggulangan bencana, perencanaan pembangunan rendah karbon, rumah budaya, dan reformasi birokrasi,” katanya.
Gubernur Ganjar Pranowo menjelaskan, untuk penanggulangan kemiskinan, hal yang bisa dilakukan antara lain dengan pemenuhan kebutuhan akses kehidupan dasar seperti bahan makanan, perumahan, dan kesehatan utamanya untuk kelompok petani, nelayan, buruh, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kelompok rentan lainnya.
“Kemudian penguatan pemberian mata pencaharian yang berkelanjutan dan penguatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dengan Satgas Kemiskinan serta pelibatan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ganjar Pranowo menargetkan penurunan kemiskinan di Subosukawonosraten yang meliputi Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten pada tahun 2020 sekitar 5,42 persen sampai 11,99 persen.
“Angka kemiskinan di Jawa Tengah hingga September 2018 sekitar 11,19 persen. Di Jawa Tengah masih ada 14 kabupaten yang masuk kategori merah atau kabupaten miskin sehingga harus dilakukan kerjasama semua pihak dalam mengatasi kemiskinan tersebut,” tandasnya.
Gubernur Jateng juga memaparkan beberapa pernasalahan pembangunan yang ada di wilayah kabupaten/kota se Solo Raya dan aduan warga yang disampaikan melalui program Lapor Gub berbasis media sosial seperti penambangan galian golongan C atau pasir di Sukoharjo dan Klaten.
Beberapa isu yang disampaikan warga Klaten melalui Lapor Gub antara lain jalan rusak di Desa Krecek, Kecamatan Delanggu tepatnya di jalan lingkar Delanggu sebelah SD Krecek, perbaikan Jalan Samben, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari yang rusak karena dipakai untuk lalu lintas truk muatan.
“Selain itu, tiga kali jasa insentif perawat belum dibayar oleh RSD Bagas Waras Klaten, gaji di rumah sakit swasta di Klaten dengan rumah sakit tipe D masih menggunakan Upah Minimum Regional (UMR) tahun 2018. Kemudian jalan berlubang dan sangat membahayakan pengendara motor di Kecamatan Bayat tepatnya Jalan Bayat-Cawas, pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Klaten sudah 6 bulan lebih belum jadi, bangunan bekas pabrik gula Ceper yang terbengkalai agar dimanfaatkan dan perbaikan jalan Manisrenggo-Klaten mangkrak sejak lebaran 2018,” paparnya.
Ganjar Pranowo juga memberikan apresiasi kepada relawan sekolah sungai Klaten dan memberikan semangat untuk bergerak mengembangkan kegiatan-kegiatan sekolah sungai yang inovatif. Kemudian agar sekolah sungai terus bergerak di Klaten dan ke Jawa Tengah dan gerakan sekolah sungai agar terus ditingkatkan sebagai gerakan untuk pengurangan risiko bencana.
Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan selamat datang mengatakan, prioritas pembangunan daerah Kabupaten Klaten tahun 2020 antara lain peningkatan kapasitas penyelenggaraan tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi daerah, dan peningkatan kualitas pembangunan manusia. Kemudian pengurangan tingkat kemiskinan, peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur serta menjaga kelestarian lingkungan hidup dan Sumber Daya Alam (SDA).
Bupati Klaten Sri Mulyani juga mengatakan, tema pembangunan daerah Kabupaten Klaten tahun 2020 adalah “Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dan Penguatan Potensi Lokal yang Berorientasi pada Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat. Sedangkan di sasaran makro pembangunan daerah Kabupaten Klaten tahun 2020 meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,40-5,80 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 10,70 persen, laju inflasi ditekan pada angka 2,5+1 persen, Indeks Pembangunan Manusia mencapai 76,10, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditekan pada angka 2,20 persen, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) per kapita mencapai 24,72 juta dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebesar 96,67.
Musrenbangwil Solo Raya yang diadakan di Klaten ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sri Puryono KS MP dan dihadiri Bupati dan Walikota di eks Karesidenan Surakarta.
Tampak hadir pula jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klaten serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Klaten serta para pemangku kepentingan se Soloraya.
Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen juga mengadakan teleconference dengan Kepala Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara Harjanto dan unsur Muspika Kecamatan Klaten Utara.









