Fasilitasi Kebutuhan Masyarakat, Mahasiswa KKN UIN Salatiga Dan UII Yogyakarta Adakan Pelatihan Mengurus Jenazah Perempuan Di Dusun Gondangan Wetan

Agus Muhammad saat memberikan pelatihan mengurus jenazah di Dusun Gondangan Wetan, Minggu (19/2/2023).

WartaKita.org – Merawat jenazah merupakan fardhu kifayah bagi umat muslim. Dengan hukum ini, sekiranya ada orang muslim meninggal dan sudah ada yang merawat jenazahnya, maka gugurlah kewajiban umat muslim yang lain.

Umumnya, merawat jenazah hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terbiasa.

Bacaan Lainnya

Ada banyak faktor yang mempengaruhi orang-orang untuk tidak terlibat mengurus jenazah. Diantaranya karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengurus jenazah, takut atau memiliki trauma terhadap fenomena kematian.

Berangkat dari kebutuhan itu, maka Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Posko 14 dan UII Yogyakarta unit 51 mengadakan pelatihan mengurus jenazah di Dusun Gondangan Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang pada Minggu (19/2/2023).

Pelatihan mengurus jenazah ini diadakan di rumah Kadus Gondangan Wetan, Rame Raharjo. Pelatihan diikuti oleh 20 orang ibu dan remaja putri dusun setempat, serta mahasiswa KKN UIN Salatiga dan UII Yogyakarta.

Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi dari kurangnya warga di Dusun Gondangan Wetan yang bisa mengurus jenazah, khususnya jenazah perempuan. Pelatihan ini juga merupakan rekomendasi program kerja KKN dari remaja Dusun Gondangan Wetan.

Pelatihan ini diisi oleh narasumber Agus Muhammad yang merupakan penyuluh agama di Kecamatan Grabag.

Agus Muhammad menyampaikan, pelatihan mengurus jenazah ini dilakukan dari tahap awal memandikan jenazah sampai mengkafani jenazah. Setelah penyampaian materi dan praktek mengurus jenazah, kemudian diadakan tanya jawab. Sesi tanya jawab ini disambut antusias peserta.

Terkait, Kepala Dusun Gondangan Wetan, Rame Rahardjo menyampaikan, pelatihan mengurus jenazah ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Dusun Gondangan Wetan. Pelatihan ini dirasa penting karena di masa sekarang, banyak masyarakat yang kurang mengetahui bagaimana cara mengurus jenazah orang yang sudah meninggal.

“Saya berharap, ibu-ibu dan remaja putri yang mengikuti pelatihan ini dapat mempraktekkan ilmu yang sudah didapat jika terdapat warga yang meninggal,” harap Rame Rahardjo.

Pos terkait