WartaKita.org – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Klaten menggelar uji kelayakan dan kepatutan bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Klaten yang akan mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 di kantor sekretariat partai tersebut, Rabu (22/3/2023).
Uji kelayakan dan kepatutan ini diikuti oleh para Bacaleg PKB DPRD Kabupaten Klaten.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Klaten, Marzuki menjelaskan, jumlah Bacaleg yang diharapkan maju Pileg 2024 sebanyak 50 orang. Tetapi sampai saat ini, baru 45 orang yang memenuhi persyaratan.
“Kekurangan yang 5 orang (Bacaleg) ini sekarang baru melengkapi persyaratan administrasi. Kalau komunikasinya sudah (dilakukan),” katanya.
Marzuki menyatakan, yang ditanyakan (digali lebih dalam) pada uji kelayakan dan kepatutan ini seputar pertama, komitmen Bacaleg terhadap Indonesia. Kedua, komitmen terhadap partai (PKB). Ketiga, komitmen terhadap ke-NU-an. Karena PKB tidak bisa dilepaskan dari Nahdlatul Ulama (NU). Dan keempat, komitmen terhadap masyarakat.
“Sedang tim penguji kelayakan dan kepatutan Bacaleg PKB Klaten ini dari tiga unsur. Dari akademisi yaitu Muhammad Qowim (Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), dari PCNU Klaten mengirimkan Syamsul Bakri (Wakil Ketua PCNU Klaten yang juga Wakil Rektor UIN Raden Mas Sahid Surakarta) dan dari internal DPC PKB Klaten adalah Anas Muzayin dan Syarif Muhaimin,” terangnya.
Marzuki mengatakan, DPC PKB Klaten menargetkan bisa meraih minimal 7 kursi DPRD Klaten pada Pileg 2024 nanti.
“Kita realistis, dari 4 kursi menjadi 7 kursi. Maka, apapun akan kita jalankan. Karena itu, kita akan penguatan di internal PKB, sambil menguatkan generasi-generasi muda yang baru. Selain itu, juga perekrutan anak-anak muda yang baru dan dari non NU,” tandasnya.
Marzuki menambahkan, dari 45 Bacaleg yang sudah mendaftar itu terdiri dari Anggota DPRD Klaten incumben, pengusaha, aktifis, tokoh NU, generasi muda, dan dari luar PKB yang mendaftar secara pribadi. Tercatat, ada sejumlah pensiunan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang mau nyaleg lewat PKB.
“DPC PKB Klaten berharap, tidak ada politik identitas di Pemilu 2024 nanti. Semuanya mensuksekan dengan keikhlasan, dengan tidak terkotak-kotak dalam frame-frame suku, agama, dan yang lain. Karena itu berbahaya. Maka, itu kita hindarkan. Kami berharap, Klaten akan tetap aman dan kondusif,” harapnya.

Sedang Bacaleg PKB Klaten dari generasi muda, Dina Amelia Halim (21) mengaku tertarik nyaleg karena ingin membuat perubahan di Klaten.
“Motivasi saya nyaleg ini dari dalam diri sendiri. Saya ingin membuat perubahan. Karena jumlah perempuan yang berani nyaleg itu masih minim. Maka saya harus berani dulu. Saya harus berani keluar. Nggak boleh minder. Yang penting berani (nyaleg) dulu,” ucap mahasiswa yang kuliah di UGM Yogyakarta Jurusan Finance Semester 6 itu.
Sementara itu Wakil Ketua DPC PKB Klaten yang juga Ketua Lembaga Saksi Pemenangan, Sri Hermoyo mengatakan, belajar dari pengalaman di beberapa Pemilu sebelumnya, maka PKB akan memperkuat saksi yang ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Karena banyak partai yang tidak punya saksi di lapangan, lalu berakibat hasil Pemilunya “tercurangi”. Kita tahu, bahwa “kecurangan” itu seperti kentut. Tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Dan semua orang tahu itu. Maka, PKB membentuk Lembaga Saksi Pemenangan yang tugasnya mengawal dan mengamankan suara. Dan ini baru pertama kali,” paparnya.









