WartaKita.org – Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Ditjen PTPP) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) dengan tema “Sinergitas Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Demi Terciptanya Pembangunan Nasional yang Menyejahterakan dan Berkeadilan Sosial” di Pullman, Jakarta Central Park, 7-9 Agustus 2024.
Rakernis ini dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Strategis Kementerian ATR/BPN di bidang pengadaan tanah dan pengembangan pertanahan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan, peran tak kalah penting dari Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan yakni konsolidasi tanah.
“Saya senang sekali hari ini bisa membuka rapat kerja teknis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Ditjen PTPP) dengan tema “Sinergitas Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Demi Terciptanya Pembangunan Nasional yang Menyejahterakan dan Berkeadilan Sosial”. Karena kami tidak bisa berdiri sendiri. Maka kami harus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa melakukan tugas-tugas pengadaan tanah. Termasuk pengembangan pertanahan demi terwujudnya pembangunan nasional yang mensejahterakan dan berkeadilan sosial,” kata AHY usai membuka rapat kerja teknis Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan di Jakarta pada Kamis (8/8/2024).
Menteri AHY menyatakan, konsolidasi tanah ini bertujuan menata kembali bentuk dan kepemilikan tanah agar efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan menyediakan ruang-ruang publik.
“Ini penting sekali. Ini juga perlu penguatan. Perlu atensi, agar masyarakat di berbagai daerah khususnya yang terdampak bencana alam,.Pemerintah hadir untuk bisa menata ruang-ruang dan juga tempat hunian, dan juga tempat mereka hidup selama ini. Yang tadinya sudah hancur karena bencana alam, ditata dengan lebih baik. Bahkan menjadi lebih nyaman, lebih produktif karena dibantu dengan hadirnya akses jalan termasuk fasilitas umum dan sosial lainnya,” ujar AHY..
Menteri AHY menambahkan, melalui kebijakan konsolidasi tanah, dapat memelihara sumber daya alam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, serta mampu meningkatkan daya guna tanah dan hasil guna penggunaan tanah.
“Ini juga bagus karena hadir kesadaran dari warga sendiri, untuk merelakan sebagian tanahnya untuk dikonsolidasikan. Bisa menjadi lebih produktif semuanya. Ini sangat penting, karena masyarakat sangat diuntungkan. Karena hampir pasti, harga atau nilai tanah jadi meningkat secara signifikan,” ucap AHY.









