WartaKita.org – Mulai tanggal 1 Juli 2025, sistem pelayanan rawat inap dalam program BPJS Kesehatan akan mengalami transformasi besar dengan diberlakukannya sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Sistem KRIS ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas rawat inap dan memastikan layanan yang lebih merata bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Rencana pemberlakuan sistem KRIS ini ditanggapi secara serius oleh Rumah Sakit Umum Cakra Husada (RSUCH) Klaten.
Plt Direktur Umum RSU Cakra Husada Klaten dr Surawijaya Bakhtiar Kaslam, M.Sc, Sp.PK saat acara silaturahmi dengan media dan insan pers di Ruang Lotus Gedung Cakra Square pada Selasa (18/2/2025), menyampaikan, RSU Cakra Husada Klaten siap melaksanakan sistem KRIS itu pada 1 Juli 2025 nanti.
“Sistem KRIS ini memang menjadi isu nasional. Namun untuk petunjuk teknisnya memang belum ada. Tetapi kami sudah diminta untuk menyiapkan kamar dengan kriteria KRIS itu. Prinsipnya, kami sudah siap apabila sistem KRIS itu akan dilaksanakan. Dan kriteria itu sudah kami penuhi,” katanya.
dr Surawijaya menjelaskan, dalam satu tahun terakhir ini, RSU Cakra Husada dan rumah sakit lainnya di Klaten dimonitor oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Secara periodik, Dinas Kesehatan mendata kesiapan rumah sakit dalam menyiapkan kamar untuk KRIS.
“Termasuk kemarin ada kredensial BPJS Kesehatan. Kita divisitasi lapangan, dan semuanya oke. Kita siapkan 44 kamar KRIS. Dan secara bertahap akan kami lengkapi juga. Karena tuntutannya seperti itu. Minimal kami sudah memenuhi itu,” ujarnya.
Sedang Plt Direktur Umum, Sumber Daya Manusia dan Legal RSU Cakra Husada, Sumarsono, SST.Ft, Ftr, M.Kes menjelaskan, ada12 persyaratan mengenai fasilitas ruang perawatan pada pelayanan rawat inap berdasarkan KRIS.
Satu, komponen bangunan yang digunakan tidak memiliki tingkat porositas yang tinggi. Dua, ventilasi udara memenuhi pertukaran udara pada ruang perawatan biasa minimal 6 (enam) kali pergantian udara per jam. Tiga, pencahayaan ruangan buatan mengikuti kriteria standar 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk pencahayaan tidur. Empat, kelengkapan tempat tidur berupa adanya 2 (dua) kotak kontak dan nurse call pada setiap tempat tidur.
Lima, adanya nakas per tempat tidur. Enam, dapat mempertahankan suhu ruangan mulai 20 sampai 26 derajat celcius. Tujuh, ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi dan non infeksi). Delapan, kepadatan ruang rawat inap maksimal 4 (empat) tempat tidur, dengan jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter.
Sembilan, tirai atau partisi dengan rel dibenamkan menempel di plafon atau menggantung. Sepuluh, kamar mandi dalam ruang rawat inap. Sebelas, kamar mandi sesuai dengan standar aksesibilitas. Dan dua belas, outlet oksigen.

Terkait hari ulang tahun (HUT) ke 41 RSU Cakra Husada, dr Surawijaya berharap, rumah sakit yang berada di Jalan Merbabu nomor 7 Klaten ini kedepan semakin bisa berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat, terutama warga Klaten.
“Dan kami setiap tahun untuk bisa meng-upgrade diri. Terutama berkaitan dengan fasilitas, sumber daya manusia, pelayanan, dan sebagainya. Ya, kita selalu berdoa agar masyarakat tetep sehat selalu. Tetapi kalau memang sakit, kita siap melayani. Yang jelas, kami tidak ada pembedaan pelayanan, baik itu pasien umum, pasien asuransi, maupun pasien BPJS Kesehatan. Tidak kami bedakan,” terangnya.
dr Surawijaya mengatakan, kedepan, RSU Cakra Husada berkeinginan menjadi rumah sakit unggulan pada pelayanan mata.
“Kita sudah berproses ke situ. SDM-nya kita persiapkan, termasuk peralatannya. Yang sekarang ini sedang berproses, mulai ada investasi untuk peralatan-peralatan. Seperti untuk penangan glukoma (tekanan bola mata yang tinggi). Karena penyakit ini bisa mengakibatkan kebutaan. Juga investasi peralatan laser untuk penanganan retina pasien yang bermasalah. Moga-moga satu tahun cukup (untuk persiapan). Karena sekarang gedung sudah ada, dan anggarannya sedang ditata,” paparnya.
Sementara itu Manager Pelayanan Medis RSU Cakra Husada dr Charismatika Chintia Dewi menambahkan, tema HUT ke 41 RSUCH kali ini yaitu “Ensuring High Quality Service With Agility And Integrity”.
Adapun rangkaian kegiatan HUT ke 41 ini diantaranya bakti sosial (baksos) donor darah pada Kamis (6/2/2025), baksos di arena car free day (CFD) pada Minggu (16/2/2025), pemotongan tumpeng dan doa lintas agama pada Kamis (20/2/2025), puncak acara HUT pada Minggu (23/2/2025), dan webniar kesehatan pada Sabtu (15/3/2025).









