Di Hari Kartini, Kadarwati Lakukan Sosialisasi, Kelola Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati melakukan sosialisasi pengolahan sampah di Joglo Dukuh Jayan, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten pada Selasa (21/4/2026) siang.

Warta Kita.org – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Kadarwati melakukan sosialisasi pengolahan sampah di Joglo Dukuh Jayan, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten pada Selasa (21/4/2026) siang.

Sosialisasi pengolahan sampah ini dihadiri Camat Ceper Supardiyono, Kapolsek Ceper AKP Nahrowi, Kepala Desa Srebegan Purwanto, Tim Penggerak (TP) PKK Desa Srebegan, TP PKK RT dan RW, Ketua RT dan RW Dukuh Jayan, dan undangan lainnya.

Acara sosialisasi ini dikemas dalam Kegiatan Peningkatan Pengawasan Pelaksanaan Perda Provinsi Jawa Tengah.

Kadarwati menyampaikan, sosialisasi pengolahan sampah ini sangat relevan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang saat ini tengah fokus penanganan sampah.

“Peran perempuan yang merupakan Kartini masa kini sangat besar bagi negara. Keterlibatan kaum perempuan sudah dapat dirasakan dalam hal kesehatan, pendidikan dan pemecahan masalah lingkungan hidup seperti penanganan sampah,” katanya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah ini menjelaskan, persoalan sampah di Kabupaten Klaten saat ini butuh perhatian dan solusi serta kerjasama berbagai pihak, termasuk masyarakat.

“Setiap rumah tangga menghasilkan sampah. Produksi sampah di Kabupaten Klaten mencapai sekitar 300-353 ton per hari, dengan mayoritas (67 persen) merupakan sampah organik rumah tangga. Maka kita butuh kerjasama,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk ini menyatakan, Kabupaten Klaten telah memiliki Perda tentang  Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah dan Surat Edaran (SE) Bupati Klaten terkait gerakan pilah sampah dari rumah.

Salah satu poin dalam SE Bupati Klaten itu adalah mendorong masing-masing rumah tangga mengelola sampah organik secara mandiri. Karena hanya sekitar 26 sampai 56 persen sampah yang terkelola. Sementara sisanya berpotensi menjadi timbunan liar yang banyak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

“Inilah mengapa kaum perempuan juga ikut andil besar dalam mengatasi persoalan sampah di Klaten,” tandasnya.

Kadarwati saat menyampaikan materi sosialisasi pengolahan sampah di Joglo Dukuh Jayan, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten pada Selasa (21/4/2026) siang.

Dalam sosialisasi ini Kadarwati mendorong kaum perempuan mulai aktif melakukan gerakan pilah sampah dan bagaimana mengelola sampah ini bisa memiliki nilai ekonomi melalui pengoptimalan bank sampah dengan metode 3R, serta melakukan gerakan pengurangan penggunaan plastik dalam rumah tangga.

Sedang Camat Ceper Supardiyono mengatakan, saat ini, Pemcam Ceper telah melibatkan para keder PKK hingga tingkat desa untuk menangani masalah sampah diwilayahnya.

“Sampah ini kan kebanyakan dari sampah rumah tangga yang notabene para ibu-ibu, sehingga kita libatkan untuk berperan aktif dalam mengelola sampah keluarga,” terang Camat.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Desa Srebegan Ari Purwanto mengucapkan terima kasih kepada Kadarwati yang telah berkenan mengadakan sosialisasi pengolahan sampah di desanya.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengajak ibu-ibu yang hadir untuk mengelola sampah rumah tangganya masing-masing. Mari kita mulai memilah sampah, agar menjadi berkah,” ajak Ari.

Pos terkait