Ciptakan Kamseltibcarlantas, Polres Klaten Gelar Operasi Keselamatan Lalulintas Candi

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi menyematkan pita kepada personil Polres Klaten sebagai tanda dimulainya Operasi Simpatik Candi 2019, Senin (29/4/2019).

Wartakita.org – Ratusan personil dari Polres Klaten, TNI Kodim 0723 Klaten, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalulintas Candi 2019 Polres Klaten di Lapangan KSDC Mapolres  Klaten, Senin (29/4/2019) pagi.

Apel gelar pasukan Operasi Simpatik Candi 2019 ini dipimpin langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi.

Bacaan Lainnya

Operasi Keselamatan Lalulintas Candi 2019 ini digelar dalam rangka cipta kondisi pasca Pileg, Pilpres dan menjelang Idul Fitri 2019 guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalulintas (kamseltibcarlantas) di wilayah Polres Klaten.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andi menyampaikan, operasi simpatik ini digelar serentak di seluruh jajaran kepolisian se Indonesia.

“Operasi simpatik ini digelar menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya laka lantas (kecelakaan lalulintas), sekaligus dalam upaya pencegahan pelanggaran aturan dalam berlalu lintas,” katanya.

Kapolres Aries Andi menyatakan, Operasi Simpatik Candi 2019 ini dilaksanakan 10 hari menjelang bulan Ramadhan.

“Pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2019 dimulai hari Senin (29/4/2019) ini. Nantinya, Operasi Simpatik Candi 2019 ini akan diteruskan dengan Operasi Ketupat Candi menjelang hari raya Idul Fitri,” ujarnya.

Kapolres Klaten menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2019 ini, petugas lebih menekankan pada langkah preventif atau pencegahan. Petugas lebih menekankan pada pemberian imbauan ketimbang penindakan.

“Intinya kita berupaya memberikan kenyamanan kepada masyarakat menjelang pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan memberikan imbauan untuk tertib berlalu lintas. Kita melakukan operasi, tetapi prioritasnya tidak pada penindakan. Melainkan dilaksanakan secara simpatik. Asal tidak keterlaluan (melanggar aturan),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Refdi Andri menyatakan, sasaran operasi keselamatan tahun 2019 yaitu pelanggaran lalulintas dalam hal satu, saat berkendara menelpon menggunakan handphone. Dua, pengemudi tidak menggunakan safety belt. Tiga, menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol. Empat, mengendarai melawan arah jalan lalu lintas. Lima, pengendara dalam keadaan kena pengaruh alkohol atau miras dan narkoba. Enam, mengendarai yang belum berumur. Tujuh, berkendara yang melebihi batas maksimal. Dan delapan, menggunakan bahu jalan yang bukan peruntukannya.

Pos terkait