WartaKita.org – Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Februari ini dimaknai tersendiri oleh Rumah Sakit Cakra Husada Klaten.
Pada bakti sosial (baksos) pengobatan gratis yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Jakarta bekerjasama dengan RSCH Klaten yang diadakan di GOR Desa Tugu, Kecamatan Cawas, Kebupaten Klaten, Senin (5/2/2018), RSCH Klaten memberikan edukasi mengenai cara mencegah kanker dan perlunya deteksi dini kanker.
Dokter RSCH Klaten dr Lilik Endang menyampaikan, jumlah penderita kanker di Indonesia masih cukup tinggi. Karena itu, edukasi mengenai cara mencegah kanker dan perlunya deteksi dini kanker perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah penderita kanker di Indonesia.
“Dalam bakti sosial ini, RSCH Klaten juga memberikan edukasi mengenai cara mencegah kanker dan perlunya deteksi dini kanker. Karena momen kali ini berdekatan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia. Edukasi mengenai cara mencegah kanker dan deteksi dini kanker ini penting dilakukan untuk mengurangi jumlah penderita kanker,” katanya.
Lilik Endang menyatakan, edukasi mengenai cara mencegah kanker dan deteksi dini memang diperlukan mengingat untuk mengobati kanker membutuhkan biaya dan waktu yang lama. Kanker juga berdampak pada menurunnya produktivitas penderitanya.
“Jenis kanker itu bermacam-macam. Ada kanker leher rahim (serviks), kanker payudara, kanker tenggorokan, dan sebagainya. Untuk mencegahnya, masyarakat perlu diberikan edukasi (mengenai cara mencegah kanker) dan melakukan deteksi dini,” ujarnya.
Sekadar informasi, Hari Kanker Sedunia diperingati setiap 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker. Hari Kanker Sedunia dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia yang dibuat pada tahun 2008. Tujuan utama dari Hari Kanker Sedunia adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker secara signifikan pada tahun 2020.
Deteksi dini kanker dapat dilakukan dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk kanker leher rahim (serviks), dan pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) untuk kanker payudara. Sadanis dapat dilakukan dengan metode ultrasonografi atau USG, mammografi, dan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dalam catatan pemerintah, hingga 2017, cakupan deteksi dini IVA dan Sadanis mencapai 1,9 juta atau 5,2%.
Sedang Komite Penanggulangan Kanker Nasional mengungkapkan, 43 persen kanker dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi tembakau dan alkohol, paparan bahan pemicu kanker, mengikuti program vaksinasi, dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat.









