Cegah Hipertensi, Jagalah Berat Badan Dan Rutin Berolahraga

Para lansia mengikuti senam hipertensi dengan penuh semangat dan gembira.

WartaKita.org – Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dialami oleh orang yang berusia lanjut. Bahkan berdasarkan data, 1 dari 3 orang berusia lanjut mengalami hipertensi. Mengapa?

Dokter Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten dr Kharismatika saat penyuluhan kesehatan (penkes) dan senam hipertensi di Aula Maheswari rumah sakit setempat pada Sabtu (7/12/2019) pagi menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG).

Bacaan Lainnya

“Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, yaitu ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedang angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, yakni ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah,” terangnya.

dr Kharismatika menyampaikan, hipertensi ini sering terjadi pada usia lanjut karena adanya penyumbatan pada saluran peredaran darah.

“Sedang penyebab hipertensi diantaranya karena stres, faktor usia, kegemukan, terlalu banyak garam, keturunan, dan lainnya,” katanya.

dr Tika menyatakan, hipertensi ini bisa dicegah. Caranya dengan pertama, menjaga berat badan ideal. Karena berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih berisiko terserang hipertensi. Kedua, berolahraga secara rutin. Sebab seorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko terserang hipertensi. Ketiga, konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat. Misalnya roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran.

“Keempat, kurangi garam. Kelima, kurangi konsumsi alkohol. Keenam, berhenti merokok. Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Dan ketujuh, konsumsi kafein sesuai yang dianjurkan. Karena meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi,” paparnya.

Usai penyuluhan kesehatan dilakukan sosialisasi 6 langkah cuci tangan yang benar menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Selanjutnya, peserta diajak senam hipertensi yang dipandu oleh Heruwanto.

Peserta yang sebagian besar lansia ini dengan antusias dan gembira mengikuti gerak yang diajarkan Heruwanto. Gerakan senam diiringi dengan lagu-lagu yang sekarang sedang nge-trend.

Sementara itu Kabag Humas RSCH Klaten Sukarno mengatakan, RSCH Klaten berkomitmen terus melanjutkan Program Klaten Sehat yang diisi dengan baksos pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan kesehatan.

“Program Klaten Sehat ini terdiri dari sub program Kampung Sehat, Sekolah Sehat, Pasar Sehat, dan Karyawan Sehat. Kita berharap, program Klaten Sehat ini benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga masyarakat Klaten menjadi sehat. Atau setidaknya, masyarakat dapat mencegah penyakit dan berperilaku hidup sehat,” harapnya.

Sukarno menambahkan, RSCH Klaten juga akan mengadakan senam hipertensi, senam diabetes, yoga prenatal (senam untuk ibu hamil), dan lainnya.

“RSCH Klaten juga memprogramkan layanan antar obat untuk mengurai “keruwetan” di apotek. Dengan demikian, pasien atau keluarga pasien tidak perlu mengantri obat di apotek. Karena obat akan diantar sampai rumah,” jelasnya.

Pos terkait