WartaKita.org – Jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klaten melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto di ruangan kantor bupati pada Selasa (11/3/2025) pagi.
Dalam silaturahmi dan audiensi ini, Bupati Klaten didampingi para Asisten Setda Klaten dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kepala BPS Kabupaten Klaten Cahyo Kristiono menjelaskan, dalam silaturahmi dan audiensi ini, BPS Klaten bersama Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DISSOSP3AKB) Kabupaten Klaten Puspo Enggar Hastuti menyampaikan informasi terkait dengan pembangunan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Jadi pada dasarnya DTSEN ini harapannya nanti akan digunakan untuk sumber utama acuan didalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan di bidang sosial dan ekonomi,” katanya.
Cahyo Kristiono menyampaikan, dalam pembangunan DTSEN ini, peran BPS Kabupaten adalah sebagai pembina data statistik sektoral. BPS Kabupaten melakukan pelatihan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang dalam hal ini akan menjadi petugas ground check (pengecekan lapangan yang dilakukan di suatu lokasi) dari DTSEN ini.
“Lha, ini kami informasikan kepada Pak Bupati sehingga menjadi pengertian bagi Kepala Daerah, sehingga bersama-sama kami untuk mengawal terkait dengan rancangan pelaksanaan ground check DTSEN dan lainnya,” ujarnya.
Cahyo Kristiono menyatakan, DTSEN ini berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Kemudian data tersebut dipadupadankan dengan beberapa kegiatan lain yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Pertamina.
“Nah, kemudian data itu dijadikan satu atau unifikasi, digabung, dan kemudian dari data tersebut perlu dilakukan ground check. Ground check ini untuk memastikan keberadaan rumah tangga itu, masih ada atau tidak, dan kondisi sosial ekonominya. Kalau menurut (pernyataan dari) Menteri Sosial, DTKS nanti akan diganti menjadi DTSEN,” terangnya.
Cahyo mengatakan, pelaksanaan ground check sudah dilaksanakan pada bulan Maret ini oleh para pendamping PKH Kemensos. Nantinya, mereka (PKH) diberi alokasi petugasnya masing-masing. Dan ending-nya muncul DTSEN.
“Ini masih berproses, dan kita menunggu informasinya. Karena ini menyangkut keterlibatan dari berbagai kementerian dan lembaga. Kalau kita di daerah hanya sebagai pelaksana, melaksanakan instruksi dari atas,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengucapkan terima kasih kepada BPS Klaten dan jajaran OPD Pemkab terkait dengan audiensi ini. Karena Bupati mendapatkan informasi terkait pembangunan DTSEN ini.
“Kami berharap, pelaksanaan ground check DTSEN ini berlangsung secara baik, dan benar-benar mendapatkan data yang valid,” harap Bupati.









