Berniat Bantu Rakyat, Tapi DPR RI Endang Srikarti Handayani Malah Dinilai Curi Start Kampanye…

Endang Srikarti Handayani menyerahkan paket sembako kepada warga Sudimoro.

WartaKita.org – Niat baik ternyata tidak selamanya dinilai baik. Setidaknya, itulah yang dialami Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Endang Srikarti Handayani.

Sebagai wakil rakyat, Endang berkewajiban untuk selalu dekat dengan rakyat. Ia berkewajiban untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Tak hanya itu, ia juga berkewajiban meringankan beban hidup rakyat.

Bacaan Lainnya

Upaya untuk menjalin silaturahmi (dekat, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi rakyat) dan meringankan beban hidup rakyat itu dilakukan Endang dengan menggelar pasar murah sembako di sejumlah desa di Kabupaten Klaten.

Dalam pasar murah itu, Endang menyediakan ribuan paket sembako untuk masyarakat. Setiap paket sembako berisi 5 Kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir.

Karena namanya pasar murah, maka paket sembako ini tidak diberikan kepada masyarakat secara gratis. Rakyat diminta untuk membeli atau menebus dengan uang Rp 40 ribu. Uang yang terkumpul itu kemudian digunakan untuk membantu tempat ibadah, memperbaiki jalan, dan kepentingan sosial lainnya.

Namun sayangnya, sesuatu yang baik yang telah dilakukan Endang untuk rakyat ini dinilai oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten (Panwaskab) Klaten sebagai dugaan mencuri start kampanye. Panwaskab pun berencana memanggil anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah ini untuk memberikan penjelasan soal kegiatan pasar murah sembako yang diadakan di Desa Gaden, Kecamatan Trucuk dan di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung.

Arif Fatkhurrahman

Ketua Panwaskab Klaten Arif Fatkhurrahman menilai, dalam kegiatan pasar sembako murah itu ditemukan gambar yang mengarah pada dugaan kegiatan kampanye yang seharusnya belum boleh dilakukan saat ini.

“Ini baru sebatas dugaan. Dengan barang bukti yang ditemukan rekan-rekan Panwascam, maka kita ingin meminta penjelasan dari Bu Endang,” kata Arif Fatkhurrahman di Kantor Panwaskab Klaten, Kamis (27/4/2018).

Arif menjelaskan, karena kesibukan Anggota DPR RI ini, maka dalam dua kali pemanggilan yang dilakukan Panwaskab, yang berkepentingan belum dapat mendatangi kantor Panwaskab Klaten.

“Hari ini, melalui komunikasi telephone, Bu Endang menyampaikan ijin, dan Panwaskab akan mengagendakan pemanggilan berikutnya. Sekali lagi, ini baru dalam dugaan. Kita menunggu penjelasan dari Ibu Endang tentang kegiatannya (pasar murah sembako) di Desa Gaden (Kecamatan Trucuk) dan Desa Sudimoro (Kecamatan Tulung),” jelasnya.

Sedang Endang Srikarti Handayani ketika dihubungi menuturkan, kegiatan pasar sembako murah tersebut tidak bermuatan kampanye.

“Apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk membantu rakyat, meringankan beban hidup masyarakat, dan menyampaikan hak-hak rakyat yang seharusnya didukung oleh Panwaskab Klaten. Saya siap memberikan penjelasan, karena apa yang saya lakukan ini sangat dibutuhkan rakyat. Ini khan juga demi kebaikan masyarakat Klaten,” terang Endang.

Kegiatan pasar murah sembako yang dilakukan Endang di sejumlah desa ini disambut baik oleh masyarakat. Warga merasa senang, karena mereka sangat terbantu. Masyarakat merasa diringankan beban hidupnya.

“Kami merasa senang, karena warga bisa langsung menikmati pasar murah sembako ini. Apalagi pada saat Sadranan seperti ini. Warga membutuhkan sembako untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, pasar murah sembako ini sangat membantu warga, dan tepat sasaran,” ucap Kepala Desa Sudimoro, Agus Ermanto.

Terkait, sejumlah warga Klaten pun berkomentar atas apa yang akan dilakukan Panwaskab Klaten terhadap Endang ini. Warga menilai, Panwaskab Klaten terkesan “tebang pilih”.

“Kesannya Panwaskab Klaten itu “tebang pilih”. Karena di sejumlah titik (tempat) strategis di wilayah Kabupaten Klaten ini terpasang gambar (baliho) Anggota DPR RI dan bakal calon anggota DPR RI, tetapi Panwaskab Klaten tidak atau bereaksi apapun. Bukankah itu juga upaya kampanye? Mengapa gambar (baliho) itu tidak ditindak?” tanya warga Klaten yang keberatan disebut identitasnya.

Pos terkait