WartaKita.org – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten menjadi role model (panutan) bagi FKUB se Indonesia karena telah berhasil mengukir sejarah yang membanggakan.
Ini lantaran FKUB Klaten telah berhasil membentuk Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) sampai tingkat Kecamatan dan Desa atau Kelurahan se Kabupaten Klaten yang terdiri dari 26 Kecamatan dan 401 Desa atau Kelurahan.
Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi II DPR RI, Mohammad Toha usai rapat bersama dengan pengurus FKUB Klaten untuk menyiapkan agenda kerja sama dengan BPIP dan DPR RI terkait implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari- hari di kantor FKUB Klaten, Selasa (26/7/2022).
Menurut Mohammad Toha, pembentukan PKUB tingkat Desa atau Kelurahan ini sangat penting. Apalagi PKUB tingkat Desa atau Kelurahan seperti ini belum ada di Provinsi Jawa Tengah dan bahkan di Indonesia.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi bahwa untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama diperlukan wadah untuk bertemu diantara para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan PKUB tingkat Desa atau Kelurahan ini dirasa penting untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama di masyarakat,” katanya.
Toha menyatakan, toleransi beragama itu penting. Tetapi merawat kerukunan beragama itu juga tidak mudah.
“Maka, kita perlu mengembangkan sikap moderasi beragama, yaitu cara pandang dalam beragama secara moderat. Artinya, memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem,” ujarnya.
Sedang Ketua FKUB Kabupaten Klaten Syamsudin Asyrofi mengatakan, tugas utama FKUB Kabupaten yaitu membantu Bupati dalam membangun kerukunan umat beragama di masyarakat.
“Nah, untuk membangun kerukunan umat beragama di Kabupaten Klaten ini, maka kita membentuk PKUB sampai tingkat Desa atau Kelurahan. Sekarang, sudah terbentuk PKUB di 401 Desa atau Kelurahan di Kabupaten Klaten. Kalau dihitung, ada 4.500 pengurus bersama penasihatnya. SK (Surat Keputusan)-nya kita tanda tangani pada 3 Januari 2022 yang lalu,” tandasnya.
Syamsudin Asyrofi menambahkan, ada sejumlah permasalahan terkait kehidupan beragama yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini. Pertama, mengenai kerukunan antar umat beragama. Kedua, pengembangan moderasi beragama. Dan ketiga, gerakan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
“Kita mempunyai sekitar 5.000 orang tokoh agama se Kabupaten Klaten yang bisa menjadi patron dalam menciptakan kerukunan umat beragama. Kita mempunyai mimpi besar untuk merubah stigma negatif dari Klaten. Dan pada saatnya nanti, kita akan kukuhkan pengurus PKUB yang nanti akan melibatkan sekitar 5.000 orang di Candi Prambanan yang merupakan simbol kerukunan umat beragama di dunia,” paparnya.
Syamsudin Asyrofi mengemukakan, pasca terbentuknya PKUB sampai tingkat Desa atau Kelurahan ini, FKUB Klaten sering menjadi ajang studi banding dari berbagai daerah. Karena semua daerah ingin menjadikan masyarakatnya hidup rukun dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kita berharap, pemihakan APBD Kabupaten terhadap FKUB Klaten bisa terus meningkat. Apalagi belakangan ini, banyak daerah yang melakukan studi banding ke Klaten,” ucapnya.









