WartaKita.org – Grup band lokal asal Jogja, EFHA band yang terdiri dari empat orang, yaitu Samson Seno sebagai vokalis, Ivan sebagai gitaris, Wanda sebagai drumer, dan Adlan sebagai pianis memecah suasana Taru Martani Coffee & Resto 1918 pada Minggu (5/12/2021) malam itu.
Taru Martani Coffee & Resto berada di halaman Pabrik Cerutu Taru Martani yang merupakan bangunan cagar budaya yang ada di Yogyakarta.
Live musik ini dipilih untuk memecah suasana di kafe dan menghibur para pengunjung sambil bersantai bersama kolega.
Pada saat live musik, pengunjung kafe dapat me-request lagu yang mereka inginkan atau menyanyi bersama di panggung. Live musik ada diadakan setiap hari dari pukul 18.00 WIB sampai selesai. Sehingga pengunjung merasa tidak bosan dan dapat menikmati momen yang ada.

Taru Martani Coffee & Resto ini berawal dari sebuah pendopo tempat istirahat bagi karyawan pabrik yang kemudian disulap menjadi sebuah kafe dengan nuasa klasik khas Jawa.
Pengunjung yang singgah akan dibuat bernostalgia dengan suasana Yogyakarta pada tempo dulu. Aroma wangi tembakau menyeruak di segala penjuru tempat ini. Pengunjung dapat minum kopi sambil menghisap cerutu bersama dengan kerabat, kawan, dan keluarga.
Selain bangunan utama, pengelola kafe juga menyediakan tiga buah gazebo yang berada di taman halaman pabrik. Dengan begitu, sembari bercengkerama dan menikmati menu kafe, pandangan pengunjung bisa langsung terarah ke bangunan pabrik.

Menu yang tersedia tidak jauh berbeda dengan kafe lainnya. Bagi pecinta kopi, ada beragam menu espresso based. Sebut saja espresso, coffee latte, cappuccino, colapresso, kopi susu medium atau large, affogato, peach black, asmorodjati, malik ireng, mochaccino, caramel macchiato, tiramisu latte, vanilla latte, dan lainnya.
Kafe juga menyediakan kopi manual brewing yang terdiri dari single origin, cold brew, dan apple cold brew. Aneka minuman kopi di sini dibanderol dengan kisaran harga Rp10.000 sampai Rp18.000.

Taru Martani Coffee & Resto 1918 memiliki berbagai pilihan minuman teh. Beberapa teh yang spesial di tempat ini yaitu silver needle, lavender, chamomile, butterfly pea, dan French earl grey. Pilihan menu teh yang klasik pun tersedia di sini, seperti lemon tea, lychee tea, peach tea, magic tea, teh tarik, teh jahe, teh sere, tape, wedang jahe, wedang sereh, dan wedang uwuh. Aneka minuman teh dipatok dengan harga mulai dari Rp5.000 sampai Rp15.000.
Manager Taru Martani Coffee & Resto 1918, Andi menyampaikan, banyak dari pelanggan menyarankan untuk menambah menu minuman tradisional di kafe ini. Karena itu, saran dari konsumen ini dituangkan dalam minuman tradisional, di antaranya beras kencur, kunir asem, dan gula asem. Minuman ini ditujukan bagi pengunjung yang tidak suka minum kopi, atau pengunjung yang khawatir akan kesehatan tubuhnya.
“Dulu sebelum pandemi Covid-19, tempat ini 80 persen dipenuhi oleh mahasiswa. Tetapi karena pandemi, segmennya sudah berubah, karena mahasiswa banyak yang pulang. Dan sekarang, kafe ini diisi oleh family, pembisnis, dan pekerja sehingga semua segmen masuk. Namun pada dasarnya, semua menu yang ada disini adalah masukan dari konsumen, termasuk menu tradisional drink,” tutur Andi.
Selain itu, Taru Martani Coffee & Resto 1918 juga menyediakan minuman kekinian seperti milk based dan squash. Beberapa menu milk based di sini di antaranya red velvet, matcha, blue matcha, Thai tea, chocolate hazelnut, chocolate tiramisu, charcoal, dan beberapa lainnya.
Sedangkan menu squash terdiri dari strawberry squash, lychee squash, peach squash, deep purple, coffee delight, surga dunia, mega mendung, es merah putih, dan masih banyak lainnya. Kategori minuman milk based dan squash dibanderol dengan harga Rp15.000 sampai Rp18.000.

Untuk menemani nongkrong agar lebih mengasyikkan, pengunjung dapat memesan aneka snack di tempat ini. Beberapa menu snack yang ditawarkan di antaranya mendoan, jamur crispy, singkong, cireng, tahu ranjau, lupis gula aren, sosis panggang, roti bakar, pisang nugget, French fries, dan masih banyak lainnya. Aneka menu snack dapat dinikmati dengan merogoh kocek Rp10.000 sampai Rp20.000.
Tidak hanya makanan saja, di kafe ini juga menyuguhkan beragam pilihan menu main course. Sebut saja nasi goreng Taru Martani, nasi ayam lada hitam, nasi ayam balacan, ayam sasak, chicken katsu, chicken karage, sop senerek, soto ayam, spaghetti, salad, dan beberapa lainnya. Kisaran harga main course di sini adalah Rp5.000 sampai Rp26.000.
Dengan dibukanya kafe ini diharapkan masyarakat akan mengetahui keberadaan pabrik tembakau dan cerutu asli Jogja atau dalam negeri sehingga “nostalgia” itu tidak terlupakan seiring dengan perkembangan teknologi. Anak muda dapat mengetahui bahwa Indonesia memiliki pabrik yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun lamanya.
Taru Martani Coffee & Resto buka setiap hari dengan jam oprasional mulai pukul 09.00 – 00.00 WIB. Lokasinya ada di Jalan Komisaris Polisi Bambang Suprapto Nomor 2A Baciro Gondokusuman Yogyakarta. Dari Stasiun Kereta Api Lempunyangan hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai di Taru Martani Coffee & Resto.









