WartaKita.org – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan belakangan ini membuat sebagian warga mengalami kecemasan dan stress.
Kecemasan merupakan kondisi emosional dan keadaan sementara pada diri individu dengan adanya perasaan tegang dan khawatir yang dirasakan secara sadar serta bersifat subjektif.
Sedangkan stress adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan tersebut bisa berasal dari dalam diri atau dari luar.
Berangkat dari keprihatinan yang dirasakan oleh sebagian warga ini, maka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tim 2 melakukan psikoedukasi online di Dukuh Padangan RT 01 RW 11, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten mulai Sabtu (18/7/2020).
Mahasiswa KKN Undip Tim 2, Albertus Krisna menyampaikan, psikoedukasi online ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan dan stress. Sasarannya adalah orangtua dan lansia.
“Berdasarkan hasil observasi yang telah kita lakukan, psikoedukasi online ini akan lebih mudah dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah. Karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mengumpulkan banyak orang. Dan ternyata, para lansia dan orangtua lebih tertarik pada penyampaian secara langsung daripada menggunakan WhatssApp (WA),” katanya.
Albertus Krisna menyatakan, psikoedukasi telah dimulai pada Sabtu (18/7/2020) secara door to door. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menjelaskan mengenai cara mengatasi kecemasan dan mengurangi stress akibat pandemi Covid-19. Kegiatan dimulai dari rumah Ketua RT 01, dan kemudian ke beberapa rumah warga lainya.
“Mahasiwa KKN menjelaskan apa itu kecemasan dan stress, gejala kecemasan dan stress, serta dampak dari kecemasan dan stress. Mahasiswa kemudian menjelaskan langkah-langkah atau upaya apa untuk menurunkan tingkat kecemasan dan mengurangi stress yang berlebihan,” paparnya.
Albertus Krisna mengatakan, kegiatan psikoedukasi tersebut dilakukan dengan menggunakan laptop dan beberapa media berupa poster untuk sarana penunjang agar penyampaian materi mudah dimengerti oleh masyarakat Dukuh Padangan. Dan di akhir sesi dilakukan evaluasi yang digunakan sebagai umpan balik atau respon dari masyarakat kepada mahasiswa.
“Kami berharap, dengan adanya program tersebut, intensitas terjadinya kecemasan dan stress yang dirasakan warga di Kabupaten Klaten, khususnya di Dukuh Padangan akibat pandemi Covid-19 dapat berkurang,” harapnya.









