WartaKita.org – Bupati Klaten Sri Mulyani mengadakan ramah tamah dengan jajaran wartawan yang bertugas di Kabupaten Klaten di Rumah Makan Kakung Sableng, Klaten pada Rabu (26/12/2018).
Acara ini diikuti sekitar 30 wartawan dari berbagai media, baik media elektronik, media cetak, dan media online.
Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengajak wartawan yang bertugas di Klaten untuk berbuat demi kebaikan Klaten melalui pemberitaan yang terbaik. Wartawan Klaten juga diminta untuk berbuat yang terbaik demi terwujudnya Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
“Saya minta kepada wartawan agar lebih dewasa dalam menyikapi pemberitaan yang baik atau yang tidak baik. Saya mohon agar wartawan Klaten membuat berita yang menyejukkan dengan kata-kata yang halus. Karena tulisan itu ibarat sisi silet yang sangat tajam. Maka dari itu, agar dalam memilih kata-kata, para wartawan memilih kata-kata yang membuat masyarakat adem dan sejuk sehingga tulisan tidak menjadi bumerang bagi Klaten,” katanya.
Bupati Sri Mulyani mengatakan, ibarat pepatah, mulutmu buayamu, maka wartawan Klaten diharapkan dapat menampilkan berita-berita yang dapat membangun Klaten.
“Namun, Pemkab Klaten tidak anti kritik. Tetapi agar setiap pemberitaan bisa dikemas lebih elegan,” harapnya.
Bupati Klaten menyatakan, pada tahun 2019, Pemkab Klaten mempunyai program menggelar Pilkades serentak pada 13 Maret 2019 di 270 desa. Kemudian pada 17 April 2019 digelar Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilakukan secara serentak.
“Pada tahun 2019, program sambang warga masih tetap dilakukan. Malah ada program baru, yakni sambang BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) di 26 kecamatan. Pemkab Klaten terus berkomitmen untuk meningkatkan kemajuan berbagai UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ada di Klaten,” ujarnya.
Bupati Sri Mulyani mengungkapkan, untuk program Klaten Kota Bunga Sejuta Warna diakui masih belum maksimal. Karena itu, yang terpenting, OPD (Organisasi Perangkat Daerah), pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dapat menanam bunga seperti refugia maupun tanaman penghijauan lainnya dan tidak diharuskan menanam bunga yang harganya mahal.
Sedang Kepala Bappeda Kabupaten Klaten Sunarno menyatakan, selama kepemimpinan Bupati Klaten Sri Mulyani berhasil menurunkan angka kemiskinan di Klaten. Pada tahun 2017, angka kemiskinan di Klaten sekitar 14 persen. Dan pada tahun 2018 turun dua digit menjadi 12 persen. Namun angka kemiskinan di Klaten ini masih di atas rata-rata angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah yaitu sekitar 11 persen.
“Untuk penanggulangan kemiskinan, Pemkab Klaten masih melaksanakan program rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), jambanisasi, pendidikan dan pelatihan usaha oleh Disperinaker Klaten dan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Cawas pada tahun 2019. Juga peningkatan fasilitas pelayanan dasar seperti kesehatan, pencegahan stunting, dan pemberian subsidi bunga pada pelaku usaha yang pinjam di bank dengan anggaran Rp 2 miliar,” paparnya.
Sunarno menambahkan, Pemkab Klaten juga akan memperkuat pendidikan di daerah perbatasan dan peningkatan kesejahteraan guru baik Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan K-2 pada tahun 2019.
“Pemkab Klaten juga akan memberikan penguatan BUMDes untuk meningkatkan usaha dan verifikasinya dilakukan di Dispermades Klaten pada tahun 2019,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Klaten Rony Roekmito menyampaikan, Pemkab Klaten akan cepat menerima laporan masyarakat. Seperti penanganan armada untuk penderita AIDS yang langsung disiapkan Pemkab Klaten. Kemudian, kasus sengatan tawon yang dilaporkan mengakibatkan 8 orang meninggal akan dipelajari.
“Pemkab Klaten akan siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” tandasnya.









