WartaKita.org – Pandemi covid-19 memberi dampak yang luar biasa bagi dunia pariwisata di Kabupaten Klaten.
Dari 137 obyek wisata yang ada di Klaten, sampai saat ini, baru sekitar 30 obyek wisata yang sudah buka.
Pernyataan ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten Sri Nugroho saat mendampingi kunjungan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten Ny Endang Samiasih Rahayu Yoga Hardaya di Obyek Wisata Religi Tugu Waseso Dukuh Pandanan, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Kamis (11/3/2021).
“Secara keseluruhan, di Kabupaten Klaten ini ada 137 obyek wisata. Ini terdiri dari wisata religi, alam, air, dan lain-lain. Dari jumlah itu, baru sekitar 30 obyek wisata yang buka. Tetapi kita sudah alhamdulillah. Kita sudah bersyukur,” katanya.
Sri Nugroho menyatakan, dunia pariwisata di Klaten sangat terdampak setelah adanya berbagai regulasi baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten dalam rangka menunjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik makro maupun mikro. Dan dampaknya, banyak obyek wisata yang ditutup atau operasionalnya sangat dibatasi.
“Namun sekarang sudah ada perkembangan. Sedikit demi sedikit pengunjung obyek wisata bertambah. Bahkan, kini sudah mencapai 30 persen. Meski masih kecil, namun hal ini sudah bisa menopang kehidupan masyarakat. Sekarang, pariwisata terkihat mulai bangkit lagi. Meski begitu, jam pengunjung masih dibatasi sampai pukul 15.00 WIB,” ujarnya.
Sri Nugroho menjelaskan, semula (sebelum pandemi), dalam setiap harinya tercatat hampir 16.000 orang yang mengunjungi obyek wisata di Klaten. Tetapi dengan adanya pandemi ini, sekarang rata-rata hanya 2.500 pengunjung setiap hari. Dan kalau hari Minggu, bisa mencapai 6.000 pengunjung.
“Kita sudah bersyukur, dan kita memahami. Dengan adanya pandemi ini memang akan berdampak kepada dunia wisata di Klaten. Maka, selain kita bersyukur, kita juga harus menaati protokol kesehatan. Kita juga harus membentuk tim satgas di obyek wisata untuk menaati aturan yang ada,” ucapnya.
Sri berharap, dengan kehadiran istri Wakil Bupati Klaten yang juga Ketua TP PKK Kabupaten dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Klaten ini dapat menggerakkan kembali UMKM di masyarakat.
“Kita berharap, dunia pariwisata di Klaten bisa bangkit kembali,” harapnya.









