Akhir Agustus, SMPN 2 Klaten Bersiap Menuju Ke Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional

SMP Negeri 2 Klaten

WartaKita.org – SMP Negeri 2 Klaten atau yang dikenal sebagai Espero Klaten telah berhasil mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata 2023 Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dan saat ini  tengah bersiap untuk menuju Sekolah Adiwiyata 2023 Tingkat Nasional.

Kepala SMP Negeri 2 Klaten Ismadi menjelaskan, Sekolah  Adiwiyata adalah jenis sekolah yang mengutamakan kepedulian dan berbudaya terhadap lingkungan. Program dan kegiatannya cukup banyak, mulai dari menciptakan tempat belajar yang baik, ikut membantu melestarikan lingkungan, hingga bertanggung jawab untuk menyelamatkan lingkungan hidup.

Bacaan Lainnya

“Salah satu kegiatan Sekolah Adiwiyata adalah membersihkan lingkungan dan secara umum, sekolah merupakan tempat anak-anak belajar tentang bahasa, sosial, hingga sains, dan sekolah yang fokus mendidik anak untuk peduli terhadap lingkungannya,” katanya.

Ismadi menyatakan, jenis sekolah di Espero ini dikenal sebagai green school atau Sekolah Adiwiyata, sehingga banyak orangtua tertarik untuk menyekolahkan anaknya ke institusi pendidikan ini. Karena di Sekolah Adiwiyata, tujuan, program, beserta kurikulumnya telah tertata sedemikian rupa.

Sedang Ketua Komite SMP Negeri 2 Klaten, Moch Isnaeni menyampaikan, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, serta memiliki program nyata untuk mengintegrasikan pelestarian lingkungan dalam kegiatan belajar-mengajar. Atau istilah kerennya adalah green school.

“Sekolah Adiwiyata itu untuk mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan beberapa cara, yaitu menciptakan tempat belajar yang lebih baik untuk meningkatkan mutu murid, guru, wali murid, hingga masyarakat sekitar, sekaligus melestarikan lingkungan hidup,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Moch Isnaeni, Sekolah Adiwiyata juga ikut membantu melestarikan lingkungan hidup demi keberlangsungan generasi yang akan datang.

“Warga sekolah bertanggung jawab dalam menyelamatkan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” tandasnya.

Moch Isnaeni menjelaskan, salah satu ciri-ciri Sekolah Adiwiyata adalah adanya taman. Taman Sekolah Adiwiyata ini sering kali ditumbuhi tanaman berwarna-warni untuk mempercantik dan memperindah lingkungan sekolah.

“Dengan keberadaan taman ini, murid dan guru diharapkan bisa lebih merasa nyaman selama proses belajar dan mengajar,” harapnya.

Dilansir dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, per tahun 2019, terdapat 434 Sekolah Adiwiyata yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah SMP Negeri 2 Klaten (Espero).

Sementara itu Wakil Kepala SMP Negeri 2 Klaten Bidang Kurikulum, Anggoro menerangkan, kurikulum yang diterapkan di sekolah ini berbeda dengan sekolah lain yang tidak berlabel green school.

Prinsip dasar penyusunan kurikulum Sekolah Adiwiyata atau green school adalah tempat belajar yang membuat para siswanya memiliki karakter peduli lingkungan, bahkan setelah lulus dari sekolah.

“Oleh karena itu, sekolah ini mengintegrasikan tiga prinsip dasar dalam penentuan kurikulum, yakni edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini Espero sedang mempersiapkan penilaian Sekolah Adiwiyata  tingkat Nasional yang akan berlangsung akhir bulan Agustus 2023 ini.

Pos terkait