WartaKita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Pemerintah Desa (Pemdes) Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten misalnya, memilih mengadakan Lomba Kebersihan Lingkungan dan Pemanfaatan Pekarangan pada Senin (16/12/2019). Lomba ini diikuti oleh 12 Rukun Warga (RW) yang ada di Desa Plawikan.
Kepala Desa (Kades) Plawikan Lilik Ratnawati menjelaskan, lomba kebersihan lingkungan dan pemanfaatan pekarangan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan dan meningkatkan kebersihan lingkungan di tingkat RW.
“Dari lomba ini diharapkan warga dapat menjaga kebersihan lingkungan. Dan ini akan kita lakukan secara berkesinambungan. Artinya, upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan ini tidak hanya berhenti pada saat dilombakan. Tetapi akan dilanjutkan oleh masyarakat dalam kehidupan keseharian,” katanya.
Kades Lilik Ratnawati menambahkan, upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan ini memang perlu terus dilakukan. Apalagi pada musim pancaroba seperti ini.
“Kita ajak warga Desa Plawikan di 12 RW dan 31 RT ini untuk menjaga kebersihan dan mengantisipasi datangnya musim pancaroba. Karena belakangan ini banyak ditemukan sarang tawon, ular masuk ke pekarangan, menjangkinya demam berdarah, dan lainnya. Dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan kita, insya Allah, masyarakat akan selalu sehat, sejahtera, dan dihindarkan dari segala sakit dan penyakit,” harapnya.
Sedang salah satu Tim Penilai dari Puskesmas Jogonalan, Wahyu Nugroho menyampaikan, ada 4 kriteria penilaian yang digunakan dalam lomba kebersihan lingkungan dan pemanfaatan pekarangan ini, yaitu meliputi kebersihan, pemanfaatan pekarangan, ketertiban, dan inovasi.
“Penilaian kebersihan meliputi keberadaan sampah, tempat sampah, pengelolaan sampah, dan kebersihan got. Sedang pemanfaatan pekarangan meliputi budidaya tanaman sayuran, obat keluarga, bunga, dan lainnya. Sementara penilaian ketertiban menyangkut penempatan jemuran pakaian, pos keberadaan ronda, keaktifan menjaga lingkungan, dan sebagainya. Dan penilaian inovasi terkait dengan keberadaan tanaman kebun, kebun bunga, bank sampah, dan lainnya,” paparnya.
Wahyu Nugroho mengatakan, Tim penilai lomba kebersihan lingkungan dan pemanfaatan pekarangan ini terdiri dari tiga unsur, yaitu dari Puskesmas, Dinas Pertanian, dan desa lainnya.
“Sedang untuk juara lomba diambil Juara 1, 2, dan 3, serta juara harapan,” ujarnya.
Lomba kebersihan lingkungan dan pemanfaatan pekarangan ini ditanggapi baik oleh warga. Masyarakat menyiapkan lingkungan mereka dengan antusias dan semangat.
Lingkungan dan jalan-jalan dihias dengan aneka tanaman dan dibersihkan. Lahan atau pekarangan yang sebelumnya kumuh atau kosong ditanami warga dengan aneka sayuran dan bunga.
Kedatangan tim penilai juga disambut dengan meriah. Warga menampilkan aneka kesenian dan kreatifitas.
“Warga sangat antusias menyiapkan lomba ini. Warga bergotong-royong hampir setiap hari. Warga dengan sukarela membantu dan menyumbangkan apa yang mereka miliki. Semangat warga seperti ini perlu terus di-uri-uri,” ucap warga.









