WartaKita.org – Jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Klaten pada tiga bulan terakhir ini cukup tinggi. Selama bulan Januari sampai Maret 2018 ini tercatat, ada sebanyak 18.137 tilang dan 11.991 teguran.
Pernyataan ini disampaikan Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten Iptu Sarwoko di ruang kerjanya, Rabu (18/4/2018).
“Pada bulan Januari terjadi 6.307 tilang dan 3.176 teguran. Pada bulan Februari terjadi 6.456 tilang dan 3.070 teguran. Dan pada bulan Maret terjadi 5.374 tilang dan 5.745 teguran,” paparnya.
Tak hanya itu, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama tiga bulan terakhir ini juga lumayan tinggi. Tercatat, ada 163 kejadian dengan jumlah korban meninggal dunia (MD) 38 orang, luka berat (LB) 1 orang, dan luka ringan (LR) 300 orang, serta kerugian Rp 347.100.000.
“Pada bulan Januari ada 68 kejadian dengan jumlah korban meninggal 16 orang dan 134 luka ringan, serta kerugian Rp 108.650.000. Pada bulan Februari ada 50 kejadian dengan jumlah korban meninggal 9 orang, 1 orang luka berat dan 86 luka ringan, serta kerugian Rp 127.100.000. Dan pada bulan Maret ada 45 kejadian dengan jumlah korban meninggal 13 orang dan 80 luka ringan, serta kerugian Rp 111.350.000,” ungkapnya.
Iptu Sarwoko menyatakan, jika dibanding dengan data lakalantas pada tiga bulan pertama di tahun 2017, maka angka ini jelas mengalami peningkatan. Karenanya, petugas terus gencar melakukan operasi kendaraaan dan penertiban bagi pengguna kendaraan yang tidak memakai helm, melawan arus, tidak memakai sabuk keselamatan, serta kendaraan yang tidak standar.
“Polres Klaten berharap, masyarakat lebih sadar dalam berkendara untuk mematuhi peraturan yang ada serta mematuhi rambu rambu lalu lintas,” pesannya.
Satlantas Polres Klaten juga terus melakukan berbagai upaya guna menekan angka kecelakaan lalulintas di jalan raya. Salah satu upaya tersebut yakni melakukan sosialisasi dan operasi (razia) pada kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami masih terus mencari berbagai faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di sejumlah tempat tersebut, Petugas juga sudah kita tempatkan di beberapa titik pada jam-jam rawan kecelakaan,” terangnya.









