WartaKita.org – Organisasi Alumni Festival Ketoprak Pelajar (OAFKP) Klaten bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten menampilkan pentas Teater Tradisi dalam acara Gelar Seni Nusantara di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (8/4/2018).
Sebanyak 35 duta seni Kabupaten Klaten yang didampingi Disparbudpora mengisi pertunjukan Teater Tradisi dengan lakon “Suwung” Tresna Ora Sewates Kanggo Ngisi Suwunge Ati.
Lakon Suwung ini bercerita tentang makna cinta yang sebenarnya. Bahwasannya cinta bukan hanya sekadar kata-kata, bukan sekadar ungkapan “aku cinta kamu”, namun cinta adalah perihal kemantapan hati, pikiran, dan perilaku kepada Tuhan dan ciptaannya.
Naskah Suwung ini adalah karya Assa Kamila, Pengurus OAFKP Klaten yang juga sutradara pentas teater tradisi itu.
Pemain “Suwung”, Bernad Setiaji menyampaikan, sebelum tampil di TMII, para pemain berlatih efektif sekitar dua bulan. Bagi sebagian pemain, ini adalah pengalaman pertama kali mereka manggung di panggung kelas nasional.
“Bangga pastinya. Dan juga merupakan pengalaman yang luar biasa hebat. Rasa nervous pastilah ada. Mental pemain digembleng di sana. Namun, semua mereda ketika melihat antusias para penonton yang menyaksikan pentas teater ini sampai selesai,” katanya.
Pemeran “Bendot” itu menjelaskan, pementasan teater tradisi ini untuk mempromosikan Kabupaten Klaten dan mengenalkan teater tradisi berbahasa Jawa kepada masyarakat Jakarta yang dikemas secara sederhana namun bermakna. Selain itu, juga untuk memamerkan produk Klaten kepada pengunjung TMII, khususnya pengunjung Anjungan Jawa Tengah.
Pentas “Suwung” ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari penonton. Mereka ikut hanyut dalam cerita yang disuguhkan. Meski ada sebagian penonton yang kurang paham dengan bahasa (Jawa) yang disajikan, namun penonton tetap bisa memahami maksud dari cerita di setiap babak.
Sutradara “Suwung”, Assa Kamila pun bersyukur, karena semua pemain benar-benar bisa menunjukkan kemampuan seni peran mereka. Para pemain begitu totalitas dalam berperan.
“Saya sangat bangga dengan potensi anak muda Klaten jaman sekarang yang masih mau nguri-uri budaya Jawa, khususnya dalam hal seni peran,” ujarnya.
Para kru dan pemain serta pengrawit sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Disparbudpora Klaten karena telah memberikan kesempatan bagi mereka untuk pentas di Jakarta. “Ini pengalaman baru dan sangat berkesan,” ucap Assa Kamila.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Warga Klaten di Jakarta berpesan agar cerita ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. “Agar cerita ini dapat dipentaskan kembali untuk masyarakat seluruh Indonesia. Karena naskahnya sangat bagus,” akunya.

Lakon “Suwung” ini disutradarai Assa Kamila, Asisten Sutradara Thoriq Azhari, Setting Alfin Maulana, Lighting Wawan Santosa, Dokumentasi Steven Fajar dan Tony Andhika, dan LO Frisma Listyanti.
Sedang tokoh Endah dimainkan Pertiwi Rikahayu, Prasetya : Andreas Tatag, Galuh : Erin Andita, Yu Nah : Vionita, Yu Sum : Rina, Budhe Sar : Ratna Wining, Lik Karta : Alfin Setiawan, Suryadi : Anggoro Krisna, Yayuk Sucipto (dagelan) : Djaka Galih, Bendot (dagelan) : Bang Bend Bernad Setiaji, Carik : Alfin Maulana.
Sementara itu penari : Indah, Kristin, dan Glady, Dalang : Bima Sumirat, dan Grup pengrawit : Cahyo Laras.









