WartaKita.org – Perayaan Natal jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten tahun 2019 diadakan di Gedung Sunan Pandanaran komplek RSPD Klaten, Kamis (9/1/2020).
Ketua Panitia Natal Sunarto dalam laporan menyampaikan, perayaan Natal jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten ini diikuti sekitar 1200 orang yang terdiri dari guru dan kepala sekolah yang beragama kristiani dari TK, SD, SMP, hingga SMA dan SMK.
“Sedang anggaran untuk perayaan Natal berasal dari swadaya para guru dan kepala sekolah,” katanya.
Sedang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Wardani Sugiyanto dalam sambutan menyatakan, pendidikan karakter itu sangat penting. Karenanya, para guru kristiani dimohon dukungannya untuk menyukseskan pendidikan karakter di sekolahnya.
“Umat kristiani harus menjadi pilar kejujuran. Untuk itu, anak-anak harus dibiasakan berperilaku jujur. Dan ini tidak bisa instan. Perilaku jujur harus diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan. Setelah menjadi kebiasaan, maka kebiasaan itu akan menjadi karakter seseorang,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Klaten Sri Mulyani berharap, perayaan Natal ini bisa melahirkan semangat baru untuk meningkatkan kinerja para insan pendidikan. Sehingga para guru dapat berkontribusi dalam mewujudkan Klaten yang lebih baik.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mempunyai Program Matur Jujur. Karena itu, saya minta para guru untuk ikut mendukung dan menyukseskan Program Matur Jujur ini. Dengan Program Matur Jujur ini diharapkan, anak-anak kita kelak dapat berperilaku jujur, anti korupsi, dan menjadi generasi yang hebat,” harapnya.
Sedang Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr mengatakan, Yesus lahir ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Yesus ingin menjadi sahabat bagi manusia. Karena itu, umat juga diharapkan bisa menjadi sahabat bagi semua orang.
“Sahabat sejati itu tumbuh karena kasih Allah. Sahabat sejati itu menumbuhkan perasaan damai, saling meneguhkan, tidak ada ancaman, dan sebagainya. Karena itu, umat diajak membangun persahabatan yang sejati, yang menjunjung harkat manusia setinggi-tingginya,” papar rama.
Rama Luhur Prihadi menambahkan, menjadi sahabat yang sejati membutuhkan pengorbanan. Misalnya dalam mendidik anak yang serba “terbatas”.
“Tetapi sebagai sahabat sejati, kita harus mau melayani dan mendampingi anak-anak sing ora kopen lan ora kajen kuwi ben anak-anak kuwi dadi kopen lan kajen. Itulah makna dari menjadi sahabat yang sejati,” tandas rama.
Dalam perayaan Natal ini juga dilakukan pengumpulan dana yang terkumpul lebih dari Rp 9 juta. Dan untuk memeriahkan acara, pantia Natal mengundang “Mlenuk Voice” dari Yogyakarta.









