WartaKita.org – Program Studi Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta mengadakan kuliah lapangan di PT Commit Indonesia di Jalan Kabupaten, Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (18/10/2019).
Kuliah lapangan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Perilaku Konsumen dan Jurnalistik ASMI Santa Maria Yogyakarta, Z Bambang Darmadi.
Kuliah lapangan diadakan guna mengajarkan mahasiswa bagaimana caranya mengapliasikan teori yang telah diajarkan yang kemudian dipraktikan secara langsung berdasarkan realita kerja di lapangan.
Perkuliahan diawali dengan perkenalan mahasiswa dengan pendiri PT Commit Indonesia, Surya. Pria kelahiran tahun 1993 ini merupakan alumni Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Jurusan Farmasi.
Pada kuliah lapangan itu Surya menjelaskan secara singkat kisah pendirian brand “tropicoco”, yaitu minyak kelapa yang diproduksinya. Dengan bermodalkan uang sebesar Rp10 juta, Surya bersama istri memaksimalkan kinerjanya dengan memanfaatkan material dari lingkungan sekitar, yaitu buah kelapa.
“Teringat akan masalah fundamental bangsa ini, maka saya berniat menggalakkan kembali produksi minyak kelapa asli dan bekerjasama dengan beberapa petani daerah pinggiran Pantai Selatan, Kulon Progo, dan beberapa daerah lain di Yogyakarta,” katanya.
Surya mengatakan, target pemasaran minyak kelapa ini adalah komunitas organik dengan sistem pemasarannya yakni sistem keagenan.
Menurutnya, sistem pemasaran ini adalah cara terbaik untuk memperkenalkan brand miliknya yang sudah mengantongi ijin resmi dari HAKI. Alasan lainnya adalah untuk membuka peluang usaha lain bagi masyarakat sekitar yang berminat menjadi agen.
Surya menyampaikan, proses pengolahan minyak kelapa inipun terbilang tidak mudah. Karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil penyaringan terbaik.
“Pemilihan daging kelapa sebagai inti sari pembuatan tropicoco harus tepat. Kemudian daging kelapa itu diparut lalu diperas sehingga menjadi santan dan disaring berkali-kali sampai mendapat hasil olahan minyak terbaik,” terangnya.
Surya menyatakan, usaha yang dirintisnya itu tidak berjalan dengan mudah. Selalu saja ada hambatan yang menghalangi. Dalam mengedukasi masyarakat misalnya.
“Salah satu tantangannya adalah harga minyak kelapa produk kami ini harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan minyak kelapa sawit. Dan untuk memberikan pengertian secara jelas kepada masyarakat itu tidak mudah,” ujarnya.
Dia memaparkan, minyak kelapa asli memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa asli memiliki kasiat beragam, seperti menjaga kolesterol dalam tubuh dan menjaga sistem imun dalam tubuh yang kandungannya hampir serupa dengan zat zat kandungan pada ASI.
Usai penjelasan singkat tentang asal-usul minyak “tropicoco”, kemudian mahasiswa diajak berkeliling untuk melihat proses pembuatannya. Mulai dari pemilihan kelapa, pemarutan, sampai menjadi santan yang kemudian penyaringan. Kuliah lapangan diahiri dengan foto bersama.









