WartaKita.org – “Dampak” dari pertandingan sepakbola antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo yang berlangsung di Stadion Mandala Krida pada Senin (21/10/2019) sore ternyata juga dirasakan oleh sebagian masyarakat Kabupaten Klaten.
Usai pertandingan, situasi dan kondisi di wilayah hukum Polres Klaten pada Senin malam memang sempat “memanas”. Tetapi berkat kesigapan aparat polisi bersama TNI, situasi dan kondisi sudah kembali kondusif dan terkendali.
Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo menyampaikan, aparat Polres bersama Kodim Klaten melakukan pengamanan sejak Senin siang hingga malam hari. Aparat gabungan berhasil menghalau pergerakan suporter Persis Solo yang akan berangkat ke Yogyakarta. Sebelumnya, aparat gabungan sudah melakukan penyekatan di delapan titik.
“Suporter yang dari Solo kita imbau agar tidak menonton ke Yogyakarta. Dan alhamdulilah, mereka bisa menerima. Kemudian kita kawal untuk kembali ke daerahnya masing- masing,” katanya.
Kapolres AKBP Wiyono Eko Prasetyo menjelaskan, ada sekitar 200 suporter yang memilih bertahan di wilayah perbatasan Sleman dengan Klaten untuk menunggu pertandingan usai. Sejak Senin sore, mereka terpantau kondusif. Namun pada malam harinya, ratusan massa itu sempat tersulut emosinya lantaran melihat situasi yang terjadi di Yogyakarta.
“Situasi di wilayah perbatasan, tepatnya di Kecamatan Prambanan sempat memanas. Ini karena mereka mendapat kabar adanya kericuhan di stadion. Mereka juga sempat emosi lantaran ada beberapa warga yang merekam aksi penyekatan yang dilakukan oleh polisi. Beruntung, dengan cepat polisi berhasil meredam emosi suporter,” ujarnya.
Kapolres Klaten menambahkan, pada malam itu mereka mulai resah setelah ada informasi yang beredar di WhatsApp (WA) grup. Ini karena mereka melihat situasi di Yogya yang kemungkinan ada permasalahan. Karena itu, aparat gabungan langsung memberikan pengertian, dan akhirnya mereka bisa tenang.
“Setelah itu, para suporter kemudian kita minta untuk kembali ke Solo lantaran pertandingan sudah dinyatakan usai. Selama perjalanan pulang, mereka dikawal aparat gabungan hingga menuju perbatasan Sukoharjo, Boyolali dan Solo. Setibanya di perbatasan, pengawalan dilanjutkan oleh aparat setempat,” paparnya..
Kapolres menyatakan, setelah melakukan pengawalan suporter, aparat gabungan langsung mengadakan patroli di beberapa titik. Dan hasilnya, hingga dini hari kondisi di Kabupaten Klaten dipastikan sudah kondusif. Polisi memastikan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Solo menuju Yogya atau sebaliknya tidak perlu resah.
“Kemarin (Senin) kita fokus pada antisipasi pergerakan massa agar tidak ada korban jiwa, dan mereka bisa kembali ke rumah dengan selamat. Yang pasti, secara keseluruhan siruasi di Kabupaten Klaten kondusif,” tandasnya.









