WartaKita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan untuk melestarikan seni dan budaya tradisional yang ada dan tumbuh di masyarakat.
Seperti yang dilakukan Dewan Kesenian (Wankes) Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten di Joglo Lapangan (Alun-Alun) Barepan pada Selasa (27/10/2026) malam.
Dewan Kesenian Kecamatan Cawas mengadakan kegiatan “Gelar Budaya Selapan Pisan”.
Gelar budaya ini dimeriahkan dengan penampilan Orkes Keroncong Klasik “Wankes Cawas”.
Ketua Dewan Kesenian Kecamatan Cawas Triyanto Atmojo menyampaikan, Gelar Budaya Selapan Pisan ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya tradisional, mempererat kebersamaan masyarakat, dan juga menggerakkan ekonomi, utamanya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Cawas.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan seni dan budaya, khususnya kesenian yang ada di Cawas. Karena kesenian di Kecamatan Cawas ini sudah lama vakum. Hari ini menjadi momen untuk bangkit kembali dan akan berkelanjutan. Artinya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap selapan atau 35 hari sekali,” katanya.
Triyanto Atmojo menjelaskan, Kecamatan Cawas memiliki potensi kesenian yang sangat besar. Mulai dari keroncong, karawitan, jathilan, hingga kesenian rakyat lainnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan seni budaya kurang mendapat ruang tampil. Maka melalui Gelar Budaya Selapan Pisan ini, pihaknya ingin memberikan panggung (secara rutin) bagi para pelaku seni.
“Alhamdulillah, malam ini kita mulai dengan keroncong murni (klasik). Ke depan akan bergiliran, ada karawitan, keroncong murni, jathilan, gejog lesung, dan kesenian lainnya. Kita ingin, semua pelaku seni di 20 desa di Kecamatan Cawas dapat tampil,” jelasnya.

Triyanto menyatakan, pemilihan lokasi di Alun-Alun Desa Barepan juga dimaksudkan untuk menghidupkan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan masyarakat. Selain panggung kesenian, panitia juga menyediakan lapak bagi pelaku UMKM lokal untuk berjualan.
“Jadi konsepnya pemberdayaan. Seniman dapat panggung, UMKM dapat pengunjung. Ekonomi berputar, budaya tetap lestari. Ini kolaborasi yang saling menguntungkan,” ungkapnya.
Sedang Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Klaten Djoko Sardjono mengatakan, kegiatan Gelar Budaya Selapan Pisan ini bisa menjadi role model bagi dewan kesenian kecamatan lainnya. Karena baru Dewan Kesenian Kecamatan Cawas yang mempunyai program rutin seperti ini.
“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Dewan Kesenian Kecamatan Cawas ini. Wankes Cawas telah mempunyai program rutin setiap selapan sekali. Sedangkan kecamatan yang lain belum ada program seperti ini. Adanya ya gelar kesenian di saat-saat tertentu, seperti HUT RI, dan sebagainya,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Barepan Irmawan Andriyanto menyambut baik dan mengapresiasi acara Gelar Budaya Selapan Pisan ini.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Barepan kami mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya dewan kesenian, para pelaku seni, dan masyarakat luas. Kita berkumpul bersama di sini. Semoga Desa Barepan semakin regeng, semakin semarak, sehingga kegiatan ini bermanfaat dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” harapnya.
Irmawan Andriyanto menambahkan, kegiatan seperti ini sudah ditunggu masyarakat Desa Barepan.
“Sebenarnya kehadiran Dewan Kesenian Kecamatan Cawas ini sudah lama kami tunggu-tunggu. Karena kami membutuhkan hiburan dalam rangka menghidupkan dan menggerakkan UMKM yang ada di sini. Juga dalam rangka membuat Alun-Alun Barepan menjadi lebih ramai,” tandasnya.









