Mahasiswa KKN UNS Dorong Remaja Dompon Jadi Kader Pengajar TPA

Mahasiswa KKN Tematik UNS Kelompok 118 menggelar program “Muda Berdampak, Siap Mengajar: Sosialisasi Pengajar TPA untuk Remaja” di Balai Pertemuan RT 02, Lingkungan Dompon, Kelurahan Karanganyar pada Rabu (29/7/2026).

Warta Kita.org – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 118 mendorong keterlibatan generasi muda dalam keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an melalui program “Muda Berdampak, Siap Mengajar: Sosialisasi Pengajar TPA untuk Remaja” di Balai Pertemuan RT 02, Lingkungan Dompon, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini melibatkan 27 remaja, khususnya anggota Karang Taruna.

Program tersebut dilatarbelakangi hasil observasi mahasiswa KKN terhadap kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Lingkungan Dompon.

Meskipun kegiatan TPA masih berjalan dengan dukungan pengajar dari luar lingkungan, namun keterlibatan pemuda setempat dalam pendidikan Al-Qur’an masih perlu diperkuat.

Selain itu, perhatian masyarakat terhadap TPA mulai berkurang dan jumlah anak yang mengikuti kegiatan tersebut semakin menipis.

Ketua RW 08 Dompon, Harmanto menyambut baik kegiatan tersebut.

Ia menilai keterlibatan remaja diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan Dompon.

“Sosialisasi ini bagus untuk keberlangsungan pembelajaran TPA. Sekarang sudah mulai tidak banyak yang peduli dengan TPA, bahkan anak-anak yang ikut juga semakin sedikit,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Muhammad Fikri Al-Afif sebagai narasumber menyampaikan materi mengenai peran dan tanggung jawab pengajar TPA, metode mengajar Al-Qur’an yang efektif dan menyenangkan, etika berinteraksi dengan santri, serta pentingnya menyesuaikan metode dengan kemampuan masing-masing anak.

Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab mengenai pengalaman serta tantangan menjadi pengajar TPA.

Kegiatan ini menekankan bahwa pengajar TPA tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga kesabaran, tanggung jawab, komunikasi, dan kepedulian terhadap perkembangan santri.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan pemahaman dan motivasi remaja untuk mulai berkontribusi sebagai pendamping maupun calon pengajar TPA sesuai kemampuan masing-masing.

Ketua pelaksana, Izzatunafsi Bil Qowa menyampaikan, program ini diarahkan untuk membangun kader pengajar dari lingkungan Dompon sendiri.

Pelaksanaan KKN dibimbing oleh Dr. Fatma Ulfatun Najicha, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum UNS.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya menjadikan remaja bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari sumber daya masyarakat yang dapat berkontribusi dalam pendidikan di lingkungan tempat tinggalnya.

Keterlibatan remaja sebagai calon pengajar diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kader pengajar TPA dari lingkungan Dompon sendiri.

Selain mendukung pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Pemberdayaan remaja melalui peningkatan kapasitas dan kepedulian terhadap kegiatan pendidikan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunitas lokal agar mampu menjalankan kegiatan sosial dan pendidikan secara berkelanjutan.

Mahasiswa KKN UNS berharap, kegiatan “Muda Berdampak, Siap Mengajar” dapat menumbuhkan kesadaran dan motivasi remaja Dompon untuk berkontribusi dalam kegiatan TPA, baik sebagai pendamping maupun pengajar sesuai kemampuan masing-masing.

Ke depan, keterlibatan generasi muda diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung kegiatan pendidikan di Lingkungan Dompon.

Pos terkait