Melalui Program SIPAS, Mahasiswa KKN UNS Ajari Ibu PKK Lingkungan Dompon Memilah Sampah

Mahasiswa KKN UNS melaksanakan program kerja SIPAS kepada ibu-ibu PKK RT 02 RW 08, Lingkungan Dompon, Kelurahan Karanganyar pada Kamis (6/8/2026).

Warta Kita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program kerja SIPAS (Sosialisasi Pemilahan Sampah) kepada ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 02 RW 08, Lingkungan Dompon, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar pada Kamis (6/8/2026).

Ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dari rumah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RT 02 RW 08 ini mengangkat tema “Pemilahan sampah sebagai langkah sederhana yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga” ini.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), manfaat pemilahan sampah, serta cara sederhana menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif agar materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk ceramah, tetapi juga dapat mengajak peserta untuk berpikir dan menghubungkan materi dengan kondisi yang mereka temui di rumah.

Peserta diajak memperhatikan ilustrasi sebuah dapur rumah tangga yang dipenuhi berbagai macam sisa aktivitas memasak dan barang yang sudah tidak digunakan.

Melalui ilustrasi tersebut, ibu-ibu PKK diajak menyadari bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan setiap hari ternyata menghasilkan berbagai macam sampah.

Peserta kemudian diperkenalkan dengan tiga jenis sampah yang sering ditemukan dalam kehidupan rumah tangga.

Sampah organik meliputi sisa makanan, kulit buah, kulit sayuran, dan daun yang relatif mudah terurai.

Sampah anorganik meliputi botol plastik, bungkus kopi, kardus, dan kaleng yang masih dapat dimanfaatkan kembali atau memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, sampah B3 seperti baterai bekas dan beberapa jenis limbah rumah tangga tertentu perlu dipisahkan karena dapat membahayakan lingkungan apabila dibuang secara sembarangan.

Selain memahami jenis sampah, 30 ibu-ibu PKK diberikan pemahaman mengenai manfaat pemilahan sampah dari berbagai aspek.

Dari sisi lingkungan, pemilahan dapat membantu menjaga kebersihan, mengurangi pencemaran, serta mempermudah proses pengelolaan sampah.

Dari sisi ekonomi, sampah anorganik yang masih memiliki nilai dapat dimanfaatkan atau disalurkan kembali.

Menariknya, materi sosialisasi juga disesuaikan dengan kondisi yang ada di Lingkungan Dompon.

Di lingkungan tersebut telah terdapat jadwal pengangkutan sampah setiap hari Senin dan Kamis.

Masyarakat tidak perlu mengubah sistem pengangkutan yang sudah ada, tetapi dapat memberikan satu langkah tambahan sebelum sampah diangkut, yaitu memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai pemanfaatan sampah, kegiatan juga dilengkapi dengan pemutaran video mengenai pengolahan sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) serta pengolahan sampah anorganik menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui video tersebut, peserta diperlihatkan bahwa sampah yang telah dipilah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah, tetapi masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali.

Sebagai bentuk tindak lanjut, peserta diberikan stiker bertuliskan Organik, Anorganik, dan B3 untuk ditempelkan pada tempat sampah masing-masing di rumah.

Stiker tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus panduan sederhana bagi ibu-ibu PKK dan anggota keluarga dalam membedakan jenis sampah yang dihasilkan setiap hari.

Melalui program SIPAS, mahasiswa KKN UNS berupaya menghadirkan edukasi lingkungan yang sederhana, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan memungkinkan untuk diterapkan secara bertahap.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Pemilahan sampah menjadi salah satu langkah sederhana untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Pos terkait