WartaKita.org – Tim mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengikuti lomba nasional inovasi produk kebencanaan di INA – DRTG BNPB, Sentul, Bogor pada Selasa – Rabu (18-19/6/2019).
Dalam lomba inovasi produk kebencanaan ini Tim UKDW Yogyakarta berhasil menyabet juara 3.
Lomba tersebut merupakan rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-6 (PIT-6) yang diadakan atas kerja sama antara Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Lomba inovasi produk kebencanaan ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian se-Indonesia.
Dalam lomba tersebut, Tim UKDW Yogyakarta diwakili oleh mahasiswa lintas fakultas yang terdiri atas Ivan S. Wicaksana (Informatika), Pic Yen (Desain Produk), Vito R. Mahadika (Desain Produk), Noviani Mandasari (Kedokteran), dan Cipta V.V. Tamelan (GAPPALA).
Tim yang berlaga di lomba ini mendapat bimbingan kerja dosen lintas fakultas yang terdiri dari Winta A. Guspara, S.T., M.Sn (Desain Produk) sebagai koordinator tim, Kuncoro P. Saputro, S.T., M.Eng (Informatika), dan dr. Katherina Adisaputro (Kedokteran).
Pada lomba itu, inovasi produk yang ditawarkan oleh tim mahasiswa UKDW Yogyakarta adalah meja perlindungan yang bersifat inklusi dan mengadopsi dari prosedur drop-cover-hold on (DCH) serta triangle of life (ToL).
Produk generasi pertama ini diwujudkan oleh tim mahasiswa UKDW Yogyakarta mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta pernah mengalami bencana gempa di tahun 2006 dan juga semakin meningkatnya pergerakan lempeng subduksi yang dapat memicu gempa bumi. Minimnya prosedur serta peralatan evakuasi bagi pengguna kursi roda dan paraplegia untuk dapat berlindung ketika terjadi kegempaan menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan inovasi produk tersebut.
Pengembangan meja perlindungan generasi pertama ini akan dilanjutkan oleh Tim UKDW Yogyakarta setelah mendapat banyak masukkan dari para juri dan ahli di bidang kebencanaan. Target di tahun 2020, generasi kedua dari meja perlindungan sudah selesai dan akan diajukan untuk mengikuti lomba inovasi produk kebencaan yang rencananya akan diadakan di Universitas Brawijaya Malang.
Melalui pengembangan meja perlindungan yang bersifat inklusi ini, diharapkan pemerintah, khususnya masyarakat Yogyakarta semakin mempunyai perhatian yang lebih terhadap para survivor difabel dalam menghadapi kebencanaan.









