Warta Kita.org – Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dalam rangka Panen Raya Padi berlangsung di areal persawahan Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur dan Sedyo Makmur, Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkokoh ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Kunjungan kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari beserta jajaran anggota Komisi IV DPR RI yakni Edoardus Kaize, Jamaluddin Idham, Endang Setyawati Thohari, TA Khalid, Sulaeman L Hamzah, Hindun Anisah, Riyono, M Zulfikar Suhardi, dan Hasan Saleh.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Komandan Kodim 0723 Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, Kapolres Klaten AKBP Muh Faruk Rozi, Dandodiklatpur Rindam IV/Diponegoro Letkol Inf Alfian Erwin Syahputra, para Direktur Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Direktur Utama Perum BULOG, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Klaten, unsur Forkopimda, Perwira Staf Kodim Klaten, Forkopimcam Trucuk, Kepala Desa Wonosari, penyuluh pertanian, gabungan kelompok tani, serta ratusan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten.
Selain melaksanakan panen raya bersama para petani, kegiatan juga diisi dengan penyerahan berbagai bantuan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Ketua Komisi IV DPR RI menyerahkan bantuan berupa drone pertanian dan pupuk sebanyak 108 ton kepada kelompok tani. Sedangkan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI menyerahkan pompa air serta hand sprayer sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua dan seluruh Anggota Komisi IV DPR RI beserta rombongan di Kabupaten Klaten.
Bupati Klaten mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan sektor pertanian sekaligus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Klaten untuk terus memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Bupati menjelaskan, Kabupaten Klaten merupakan salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Jawa Tengah dengan luas baku sawah mencapai 29.670,29 hektare. Pada Tahun 2026, Kabupaten Klaten menargetkan luas panen padi sebesar 67.303 hektare dengan target produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 378.426 ton.
Sementara itu, target Luas Tambah Tanam (LTT) ditetapkan sebesar 99.401 hektare, dengan kemampuan daerah mencapai 87.023 hektare, sedangkan hingga 8 Juli 2026 realisasi LTT telah mencapai 41.843 hektare dan standing crop seluas 23.079 hektare.
Lebih lanjut, Bupati menyatakan, lokasi panen raya di Desa Wonosari ini merupakan hamparan sawah milik Poktan Ngudi Makmur dan Poktan Sedyo Makmur seluas kurang lebih 30 hektare yang ditanami varietas Inpari 32 dengan tingkat produktivitas sekitar 8 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan penerapan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul, serta pendampingan intensif dari para penyuluh pertanian.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan melalui bantuan benih unggul, sarana produksi pertanian, alat dan mesin pertanian, penguatan jaringan irigasi hingga pupuk bersubsidi. Bantuan drone pertanian, pupuk sebanyak 108 ton, pompa air, dan hand sprayer yang diserahkan hari ini diharapkan semakin meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas pertanian, serta kesejahteraan para petani di Kabupaten Klaten,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Klaten, Kementerian Pertanian RI, Perum BULOG, PT Pupuk Indonesia (Persero), para penyuluh pertanian, kelompok tani dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Kabupaten Klaten.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI terhadap implementasi berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian agar seluruh program strategis nasional dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani.
“Sektor pertanian memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penyangga ketahanan pangan nasional, penyedia lapangan pekerjaan, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu Komisi IV DPR RI memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan sarana dan prasarana produksi, modernisasi pertanian, penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian,” ungkap Ketua Komisi IV DPR RI.
Siti Hediati Soeharto menegaskan, DPR RI akan terus mendorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian agar berbagai program prioritas seperti peningkatan mekanisasi pertanian, penguatan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), ketersediaan pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan petani dapat terus diperkuat.
“Keberhasilan mewujudkan swasembada pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap Kabupaten Klaten terus menjadi daerah percontohan pembangunan pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, panen raya dilakukan bersama para petani sebagai wujud dukungan terhadap keberhasilan produksi pangan nasional. Kehadiran unsur legislatif, pemerintah, TNI, Polri, kementerian, BUMN, pemerintah daerah, penyuluh, hingga kelompok tani menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.









