Warta Kita.org – Lingkungan Santo Yusup Jagalan dan Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah, Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan jalan sehat S3 (Sambang Srawung Sedulur) pada Minggu (19/4/2026) pagi.
Jalan sehat Sambang Srawung Sedulur (mengunjungi dan berinteraksi dengan sesama) ini diikuti lebih dari 410 peserta dari lintas agama.
Ketua pantia jalan sehat S3 Laurentius Sukamta menjelaskan, jalan sehat Sambang Srawung Sedulur Lingkungan Yusup Jagalan dan Bernardus Kalitengah (Jagakali) ini bertujuan untuk merayakan Paskah bersama.
“Selain itu juga untuk srawung dengan sesama, menjalin persaudaraan, membangun toleransi antarumat beragama, melaksanakan program Paroki Wedi yaitu Sambang Srawung Sedulur, dan juga mewujudkan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang (KAS) yakni Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan,” katanya.
Laurentius Sukamta menyampaikan, berdasarkan data yang disampaikan Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Paroki Wedi, jumlah umat Lingkungan Santo Yusup Jagalan ada 132 orang dan umat Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah ada 109 orang.
“Kalau dijumlah, maka total ada 241 orang di 2 lingkungan ini. Ini kalau semuanya bisa hadir. Tetapi dalam jalan sehat ini panitia mengundang sekitar 500 orang, atau dua kali lipat dari jumlah umat Yusup Jagalan dan Bernardus Kalitengah,” ujarnya.

Jalan sehat Sambang Srawung Sedulur ini mengambil start dan finish di rumah Albertus Tedi Sugara Dukuh Karangrejo, Desa Pandes, Kecamatan Wedi.
Kegiatan jalan sehat diberangkatkan oleh Camat Wedi Widaya dengan pengibaran bendera strat.
Dalam jalan sehat ini peserta melewati jalan dan perkampungan di kawasan Lingkungan Santo Yusup Jagalan sejauh sekitar tiga kilometer.
Camat Wedi Widaya dalam sambutan mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mengadakan jalan sehat ini.
“Pagi ini kita bersama-sama melepas kejenuhan, rutinitas kita. Kita bisa saling bersilaturahmi bersama, menjalin satu persaudaraan. Kita adalah sama, tidak ada perbedaan, yang membedakan adalah baju dan identitas kita. Tetapi rasa hati kita tetap sama di hadapan Tuhan. Maka, sekali lagi, kami berterima kasih (kepada panitia) dan mengapresiasi (jalan sehat ini). Monggo, kegiatan jalan sehat ini untuk bisa dilanjutkan di lain waktu,” ungkap camat.

Usai jalan sehat, peserta disediakan makan soto gratis bersama lauknya, dan minuman nasgitel (panas, legi, kenthel). Sambil menikmati sarapan soto, peserta dihibur musik organ tunggal bersama penyanyi Bambang Laras dan Rere.
Selanjutnya, satu per satu hadiah doorprize diundi. Dalam kesempatan ini, panitia menyediakan lebih dari 210 item hadiah doorprize dan 11 hadiah utama, diantaranya kulkas, sepeda, kompor gas, magic com, kipas angin, setrika, dan sebagainya.

Sementara itu Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr menyambut baik kegiatan jalan sehat S3 ini.
“Laporan dari panitia, yang tanda tangan ada 409 peserta. Dan ada yang belum tanda tangan. Saya merasa gembira bisa hadir di tengah bapak, ibu, saudara, saudari kita, lintas agama. Pagi ini kita rasakan saling menyapa untuk sehat. Tidak hanya sehat, tetapi kita membangun persaudaraan. Karena dalam kebersamaan ini, persaudaraan sungguh menjadi ungkapan syukur kita bersama,” ucap rama.
Rama Edy Wiyanto menambahkan, di tahun 2026 ini, Paroki Wedi akan berulang tahun yang ke 70.
“Semangat yang diusung adalah asung pitulungan dan asung pangapura. Memberi pertolongan adalah wujud iman kita, apapun agamanya. Ketika kita bisa memberi pertolongan, itu menjadi berkat bagi sesama. Terlebih secara batin bila kita mampu mengampuni, disitulah kita juga mewujudkan, menyatakan iman kita,” tandas rama.
Untuk diketahui, berdasarkan berita acara Sambang Srawung Sedulur, untuk Lingkungan Santo Yusup Jagalan, jumlah umat eklesia (E1) ada 132 orang, dikurangi jumlah umat khusus (K1) ada 9 orang, sehingga jumlah umat yang hadir sesungguhnya (seharusnya) ada 123 orang.
Sedang untuk Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah, jumlah umat eklesia (E2) ada 109 orang, dikurangi jumlah umat khusus (K2) ada 4 orang, sehingga jumlah umat yang hadir sesungguhnya (seharusnya) ada 105 orang.
Bila umat yang hadir sesungguhnya dari kedua lingkungan itu dijumlah, maka seharusnya ada 228 orang yang hadir. Tetapi jumlah kehadiran aktual ada 409 orang, atau persentase kehadiran mencapai 179,3 persen.









