Warta Kita.org – Sebuah tradisi baik dilakukan oleh umat Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah, Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten.
Setiap Natal, mereka mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) pembagian sembako kepada warga yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir (KLMTD), yang sebagian besar adalah warga non Katolik.
Seperti yang dilakukan pada Kamis (25/12/2025) pagi.
Ketua Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah Laurentius Sukamta menyampaikan, kegiatan bakti sosial pembagian sembako kepada warga yang kurang mampu dan membutuhkan ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun setelah umat merayakan Misa Natal pagi.
Selepas misa Natal di Gereja Paroki Wedi, mereka berkumpul di salah satu rumah umat untuk berdoa bersama dilanjutkan bakti sosial pembagian sembako, dan diakhiri dengan ramah tamah serta makan bersama.
“Kita lakukan kegiatan baksos (pembagian sembako) ini sejak tahun 2015. Jadi, sudah 10 tahun berjalan,” katanya.
Dalam baksos ini, mereka mendatangi satu per satu rumah warga di wilayah Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi dan sekitarnya yang termasuk kriteria kurang mampu dan membutuhkan bantuan. Pembagian dilakukan tanpa memandang latar belakang agama.
Warga sekitar yang termasuk kategori berkekurangan mendapatkan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, mi instan, gula, teh, kecap hingga sabun cuci piring. Total ada 44 penerima paket sembako yang dibagikan pada Natal kali ini. Mayoritas penerima bantuan adalah warga non Katolik mulai dari umat Islam hingga Hindu.
Sukamta menjelaskan, sumber dana kegiatan baksos ini berasal dari gerakan koin peduli, sumbangan umat, dan donatur keluarga.
Dalam gerakan koin peduli ini, umat mengumpulkan uang koin (uang receh) sisa atau pengembalian (susuk) dari belanja sehari-hari. Uang koin itu kemudian dimasukkan ke celengan yang sebelumnya sudah dibagikan ke masing-masing keluarga. Menjelang Natal atau Paskah, celengan itu dikumpulkan, kemudian dibongkar dan dihitung hasil koinnya secara bersama-sama.
“Kita bersyukur, kegiatan pembagian sembako ini mendapat dukungan dari umat, yang antara lain berupa sumbangan dana. Seluruh dana yang terkumpul kemudian kita wujudkan dalam bentuk paket sembako. Setelah dikemas, paket sembako ini selanjutnya dibagikan ke warga yang membutuhkan pada hari Natal,” ujarnya.

Sukamta mengungkapkan, kegiatan bakti sosial ini dilatarbelakangi dari makna perayaan Natal.
“Dalam perayaan Natal itu kami kan bersuka cita karena Tuhan Yesus telah lahir ke dunia. Lha, suka cita itu kan tidak hanya kami nikmati sendiri. Tetapi bagaimana suka cita itu juga kami bagikan kepada sesama. Biar orang lain, warga sekitar juga merasakan kebahagiaan yang kami alami. Nah, bentuk konkretnya kami wujudkan dengan berbagi sembako kepada mereka yang sangat membutuhkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan baksos ini sekaligus dimaksudkan untuk merawat kerukunan antarumat beragama. Karena masyarakat di Desa Kalitengah dan sekitanya ini merupakan warga majemuk, yang memiliki latar belakang agama yang beragam dan hidup saling berdampingan.
“Kami sepakat, kegiatan baksos ini menjadi tradisi yang baik dan akan terus kami lakukan. Kami bisa berbagi, dan umat terketuk untuk peduli. Apa yang kami lakukan ini harapannya bisa dirasakan semakin banyak orang. Tetangga, masyarakat juga ikut merasakan suka cita Natal. Semoga kehadiran Gereja (umat lingkungan) semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar. Ini menjadi upaya untuk mewujudkan Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan sesuai Ardas (Arah Dasar) Keuskupan Agung Semarang (KAS),” paparnya.
Baksos pembagian sembako ini juga mendapat dukungan dari salah satu umat Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah.
“Saya berharap, baksos pembagian sembako ini bisa terus berlanjut, dan bisa membantu semakin banyak orang. Semoga umat lingkungan di sini banyak mendapat berkah, terus bisa melanjutkan agenda rutin (baksos pembagian sembako) setiap tahun,” kata dia. Lusia Suyatmi.
Sementara itu salah satu penerima paket sembako, Tariyono menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan umat Lingkungan Santo Bernardus Kalitengah.
“Bantuan ini sangat membantu keluarga kami. Di tengah kondisi yang serba sulit, harga barang kebutuhan pokok naik, bantuan ini sangat berguna bagi kami,” ucap Tariyono.









