PT LAM Gelar Pertemuan Dengan Penyuluh Pertanian Di Klaten, Dorong Penggunaan Pupuk Berimbang

PT Langgeng Asri Makmur (LAM) menggelar pertemuan dengan para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan se Kabupaten Klaten di Omah Kondang Klaten pada Selasa (21/10/2025).

Warta Kita.org – PT Langgeng Asri Makmur (LAM) Klaten menggelar pertemuan dengan para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan se Kabupaten Klaten di Omah Kondang Klaten pada Selasa (21/10/2025).

Dalam pertemuan ini antara lain membahas mengenai pelaksanaan program pupuk berimbang, penyusunan E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Direktur Pemasaran PT Langgeng Asri Makmur, Wahyu Prasetyo menyampaikan, pertemuan ini lebih fokus pada teralokasinya pupuk berimbang di Kabupaten Klaten. Yang dimaksud pupuk berimbang ini ada dua jenis, yaitu penggunaan pupuk kimia dan pupuk organik. Dalam hal pupuk organik, maka petani Klaten diharapkan memakai pupuk organik produksi Petroganik Pupuk Indonesia (PI).

“Insyaallah, masing-masing Koordinator BPP sudah menyampaikan rencana yang sudah masuk di dalam E-RDKK. Tetapi karena ini tahap awal, sepertinya kebutuhan akan pupuk organik belum maksimal. Permintaan (akan pupuk organik) masih rendah. Maka, seiring berjalannya waktu, dan sosialisasi yang kita lakukan, kita harapkan, pada musim tanam I tahun 2026 nanti dapat memenuhi quota (pupuk organik) yang kita harapkan,” katanya.

Wahyu Prasetyo menjelaskan, pupuk berimbang ini memakai pola penggunaan 5:3:2. Dimana penggunaan pupuk untuk per hektarnya adalah 500 kilo pupuk organik, 300 kilo pupuk phonska, dan 200 kilo pupuk urea.

“Kita harapkan, kedepan, kalau petani itu sudah minded dengan pupuk berimbang, khususnya pupuk organik, maka target minimal itu bisa terpenuhi. Harapan kita, dengan sosialisasi yang intens, setiap saat kita ketemu dengan kelompok tani lewat BPP, lewat KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan)-nya ini akan kita ajak kerjasama untuk mensosialisasikan, menyampaikan terkait pupuk berimbang,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten itu menyatakan, program pupuk berimbang ini merupakan program pemerintah.

Program pupuk berimbang adalah penerapan strategi pemberian pupuk yang tepat untuk menyeimbangkan ketersediaan unsur hara esensial dalam tanah sesuai kebutuhan tanaman, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kesuburan tanah, dan hasil pertanian secara berkelanjutan. Prinsip utama program ini adalah “empat tepat”, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara aplikasi pupuk.  

“Program pupuk berimbang ini adalah bagian dari menyukseskan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan pupuk organik dalam konsep pemupukan berimbang,” tandasnya.

Wahyu mengatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa lahan pertanian khususnya, di Kabupaten Klaten terus berkurang. Apalagi setelah jalan tol masuk. Dan itu adalah lahan produktif.

“Semoga saja dan insyaallah, dengan penggunaan pupuk berimbang, ada pupuk kimia, ada pupuk organik produksi Petroganik Pupuk Indonesia, meski lahan terus berkurang, tetapi produktifitas hasil pertaniannya bisa kita tingkatkan. Caranya ya dengan pupuk berimbang. Pupuk kimia itu untuk meningkatkan produktifitas, sedang pupuk organiknya untuk meningkatkan kesuburan tanah,” ungkapnya.

Owner PT Langgeng Asri Makmur, Singgih Santosa saat menyampaikan sambutan pada pertemuan dengan para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan se Kabupaten Klaten di Omah Kondang Klaten pada Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, untuk mendukung program pemerintah dalam penggunaan pupuk berimbang, khususnya pupuk organik, dan untuk membuat petani lebih percaya, maka pihaknya akan membuat demplot di sejumlah kecamatan.

“Sehingga petani tidak hanya tahu caranya tok. Tetapi kita wujudkan dengan beberapa contoh demplot. Kalau petani sudah tahu hasilnya, antara menggunakan pupuk organik dan tidak menggunakan pupuk organik, jelas akan jauh berbeda produktifitas hasilnya. Karena itu, untuk meyakinkan petani, kita akan buatkan demplot,” paparnya.

Sedang Kasi Pupuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Tugiyem mengungkapkan, berdasarkan data E-RDKK yang sudah masuk sampai saat ini, jumlah kebutuhan pupuk organik di tahun 2026 sekitar 497 ton. Jumlah tersebut menurun bila dibanding kebutuhan pupuk organik tahun 2025 yang sekitar 600 ton.

“Jumlah kebutuhan pupuk organik di tahun 2026 nanti sepertinya akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan banyak hal. Diantaranya munculnya banyak sentra produsen kotoran hewan (kohe) sapi. Sehingga mereka bisa membuat pupuk organik sendiri. Akibatnya, petani minta kebutuhan pupuk organik dikurangi,” jelasnya.

Sementara itu Owner PT Langgeng Asri Makmur, Singgih Santosa menambahkan, untuk mencapai target penyerapan pupuk organik di Klaten, maka semua stakeholder harus bersinergi.

“Berbicara soal pupuk organik ini kan ada yang memproduksi, ada yang memasarkan, dan ada yang menggunakan. Maka, peran penyuluh pertanian dalam menyosialisasikan, mempromosikan, dan meyakinkan petani untuk menggunakan pupuk organik ini sangat penting. Karena itu, kita harus bersinergi dan bekerjasama,” ucap Singgih.

Pos terkait