Warta Kita.org – SMP Joannes Bosco Yogyakarta mengadakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) bagi Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) setempat pada Jumat (17/10/2025).
Kegiatan LKTD ini diawali dengan pelaksanaan Pra LKTD yang dilakukan pada Rabu (15/10/2025) untuk mengenal diri lewat pendekatan Jendela Johari.
LKTD ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada proses pembentukan karakter melalui refleksi, kerja sama, dan pengalaman langsung yang menyenangkan.
LKTD kali ini menghadirkan empat fasilitator dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta, yaitu Christophorus Danang Wahyu Prasetio, Filipus Dimas Darumurti, Carolus Boromeus Aditya Deddy Perdana dan Iwan Susanto, serta dua alumni inspiratif SMP Joannes Bosco yaitu Nara dan Mario.
Kehadiran fasilitator dan alumni menambah semangat dan makna tersendiri bagi para peserta yang dengan antusias menyimak setiap sesi.
Program ini merupakan bagian dari bukti konkret bahwa SMA Kolese De Britto selalu berusaha memberikan praktik baik kepada sekolah-sekolah feeder sebagai wujud nyata dari hasil Sinode Pendidikan Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang disampaikan Bapa Uskup KAS beberapa waktu yang lalu.
Berbagi praktik baik ini merupakan bagian dari program 3 B (berkolaborasi, berkontribusi dan berpretasi) dari SMA Kolese De Britto yang pada tahun ini mulai digalakkan dan dilaksanakan dengan berlandaskan semangat Ignasian.
LKTD OSIS SMP Joannes Bosco mengusung tema atau semangat “Kepemimpinan Melayani”.
Dalam setiap sesi disusun dengan cermat agar para peserta tidak sekadar memahami konsep kepemimpinan, tetapi sungguh mengalami dan menghidupinya dalam kebersamaan.

Mengenal Diri Lewat Jendela Johari
Sebelum pelaksanaan LKTD, diawali dengan kegiatan Pra LKTD yaitu pengenalan diri melalui pendekatan Jendela Johari pada Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini untuk membantu peserta memahami dirinya dan orang lain. Melalui model ini, para peserta diajak untuk melihat sisi-sisi diri, mana yang sudah terbuka, mana yang masih tersembunyi, dan mana yang belum disadari.
Suasana diskusi terasa hidup, setiap peserta berbagi pandangan dan refleksi tentang bagaimana mengenal diri sendiri menjadi langkah pertama dalam memimpin orang lain.
Dari sesi ini, peserta belajar bahwa kepemimpinan sejati berawal dari kejujuran pada diri sendiri dan keterbukaan terhadap sesama.
Setelah penjelasan mengenai pendekatan jedela Johari ini selesai, para peserta diminta untuk menuliskan diskripsi tentang diri masing-masing dan men-sharing-kannya. Kemudian di rumah mereka diminta menuliskan disposisi batin terkait dengan perasaan dominan yang dirasakan sebelum pelaksanaan LKTD.
Kepemimpinan Dominican: Melayani Dengan Cinta Dan Kebenaran
Di sesi pertama kegiatan LKTD pada Jumat (17/10/ 2025), para peserta dibawa untuk menyelami kepemimpinan berjiwa Dominican, gaya kepemimpinan yang meneladani Santo Dominikus de Guzman, pemimpin yang hidup dalam semangat Veritas (Kebenaran).
Melalui refleksi tentang nilai-nilai doa, studi, pelayanan, dan komunitas, peserta memahami bahwa menjadi pemimpin bukan berarti berkuasa, melainkan siap melayani dengan hati nurani yang benar dan sikap penuh belas kasih.
Para fasilitator mengajak siswa untuk merenungkan makna kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif, mereka belajar untuk memahami konteks, berefleksi atas pengalaman, lalu bertindak dengan semangat pelayanan. Nilai-nilai seperti keadilan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab ditanamkan secara mendalam melalui cerita, diskusi, dan refleksi bersama.

Wide Games: Belajar Kepemimpinan Lewat Permainan
Suasana kemudian menjadi lebih seru ketika para peserta diajak ke luar ruangan untuk mengikuti Dinamika Wide Games. Dalam kegiatan ini, mereka belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim melalui permainan yang dirancang secara kreatif.
Pada permainan “Estafet Lingkaran Tali”, peserta saling bergandengan tangan dan harus memindahkan lingkaran tali dari satu orang ke orang lain tanpa melepaskan pegangan. Tawa dan teriakan semangat menggema di lapangan. Meski terlihat sederhana, permainan ini menuntut kerja sama, kreativitas, dan kesabaran.
Permainan berikutnya, “Komunikata 10 Butir Kepemimpinan”, mengasah kemampuan mendengar dan menyampaikan pesan dengan tepat. Di sinilah peserta belajar bahwa komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam kepemimpinan. Nilai-nilai seperti kerja tim, kepekaan, dan refleksi diri tumbuh secara alami melalui pengalaman yang menggembirakan.
Sharing 3 Putaran: Ruang Untuk Mendengarkan Dan Bertumbuh
Setelah sesi penuh aktivitas, peserta diajak untuk melakukan Sharing 3 Putaran, sebuah metode refleksi dalam kelompok kecil. Setiap peserta mendapat giliran untuk berbicara, didengarkan, dan merespons pengalaman teman-temannya.
Suasana menjadi hening dan hangat. Ada yang berbagi pengalaman tentang bagaimana peserta belajar sabar dalam bekerja sama, ada pula yang mengungkapkan rasa bangga karena mampu mengatasi rasa malu berbicara di depan teman. Kegiatan ini mengajarkan pentingnya mendengarkan dengan empati dan menghargai setiap suara. Dari sinilah para peserta memahami bahwa pemimpin sejati bukan hanya yang pandai berbicara, tetapi juga yang mampu memahami dan menumbuhkan orang lain.

Doa Examen: Menutup Hari Dengan Refleksi
Kegiatan LKTD ditutup dengan Doa Examen, sebuah doa refleksi yang diperkenalkan oleh Santo Ignatius Loyola. Dalam keheningan malam, para peserta duduk dengan iringan instrument dan panduan fasilitator, menundukkan kepala, dan merenungkan perjalanan hari itu apa yang disyukuri, apa yang perlu diperbaiki, dan di mana para peserta merasakan kehadiran Tuhan, setelah itu diminta menuliskannya.
Doa ini menjadi momen penuh makna. Di sinilah peserta belajar bahwa kepemimpinan sejati berakar pada kesadaran batin dan keintiman dengan Tuhan. Dari refleksi ini lahir tekad baru; menjadi pemimpin muda yang rendah hati, penuh belas kasih, dan berani melayani dengan cinta.
Melalui rangkaian kegiatan LKTD OSIS SMP Joannes Bosco Yogyakarta ini, tidak hanya membentuk calon-calon pengurus yang tangguh, tetapi juga pribadi yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas untuk menumbuhkan jiwa pemimpin sejati.
Setiap permainan, refleksi, dan doa menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kepemimpinan dengan hati, pemimpin yang mengenal dirinya, menghargai sesama, dan berani membawa terang kebenaran di tengah komunitasnya.
Kegiatan LKTD OSIS SMP Joannes Bosco ini bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah perjalanan pembentukan karakter, di mana para peserta belajar bahwa menjadi pemimpin sejati berarti mau terus belajar, melayani, dan bertumbuh dalam kasih dan kebenaran.









