WartaKita.org – Berbagai prestasi membanggakan diraih oleh Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten pada tahun 2025 ini.
Belum lama ini, Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten memperoleh penghargaan TOP BUMD AWARDS 2025. Adapun penghargaan yang diperoleh yaitu TOP BUMD AWARDS 2025, PERUMDA AIR MINUM#BINTANG 5, TOP CEO BUMD 2025 (Irawan Margono – Direktur Utama) dan TOP PEMBINA BUMD 2025 (Hamenang Wajar Ismoyo – Bupati Klaten).
Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten Irawan Margono dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten dalam pelayanan dan pengelolaan BUMD Air Minum, sehingga bisa selalu berperan aktif dalam pembangunan daerah Kabupaten Klaten pada khususnya, dan nasional pada umumnya,” tulis Irawan Margono dalam Website Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten.
Tak hanya itu, Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten juga menorehkan prestasi sebagai BUMD Air Minum dengan kinerja paling baik atau nomor 1 di Provinsi Jawa Tengah dan masuk 10 besar di Indonesia.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten Sigit Setyawan B saat ditemui pada Rabu (28/5/2025), menyampaikan, berdasarkan penilaian kinerja perusahaan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten terpilih menjadi BUMD Air Minum terbaik (nomor 1) di Jawa Tengah. Sedang kalau di Indonesia, Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten masuk 10 besar.
“Sudah dua tahun ini kita selalu nomor 1 di Jawa Tengah. Sebelumnya, kita selalu masuk nomor 2 sampai nomor 3 besar di enam tahun terakhir ini,” ujar Sigit.
Sigit Setyawan menyatakan, penilaian kinerja ini dari hasil audit dan directory Kementerian PU dan BPK. Penilaian meliputi aspek keuangan, administrasi, sumber daya manusia, operasional, dan lainnya.
“Itu yang menilai BPK. Setiap tahun. Kalau penilaian itu bagus, maka (dengan sendirinya) operasional dan kinerja PDAM Klaten itu juga bagus. Karena kita tidak mengada-ada,” tandasnya.

Sigit menjelaskan, sampai saat ini, jumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten sekitar 51.000 orang. Pelanggan ini tersebar di 23 kecamatan. Sedang tiga kecamatan yang belum terlayani Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten yaitu Juwiring, Wonosari dan Kebonarum.
“Kebonarum belum terlayani karena wilayahnya memang sumber air. Sedang kalau Juwiring dan Wonosari karena potensi pasarnya masih kecil,” umgkapnya.
Sigit mengungkapkan, dari sekitar 1,3 juta penduduk Kabupaten Klaten, cakupan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten baru di angka 13 persen.
“Itu asumsinya 1 rumah dihuni 2 sampai 3 jiwa. Ini berdasarkan ketentuan dari BPS (Badan Pusat Statistik). Tapi rielnya, keluarga itu (biasanya) terdiri dari 4 sampai 5 jiwa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 ini, Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten melakukan pemasangan pipa. Tujuannya agar aliran air di wilayah Kota Klaten semakin bagus.
Pemasangan pipa sepanjang 13 kilometer ini dari perempatan Soto Sabar, sekitar Watergong (Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo) sampai dengan GOR Gelarsena Klaten. Sedang pemecahan aliran pipa di Pasar Mayungan. Ada pipa yang dialirkan ke kanan ke arah Kelurahan Gergunung, dan ada juga dari lapangan Mayungan ke kiri ke arah Perumahan Griya Prima. Sedang aliran pipa yang lurus sampai di GOR Gelarsena Klaten.
Menurutnya, pemasangan pipa dari mata air Ingas Cokro ini sudah mendapat ijin pemanfaatan air dari Kementerian PU pada tahun 2023 – 2024. Nantinya, air ini akan dimanfaatkan sebagian warga di Cawas, Pedan, Karangdowo, dan Bayat, serta sebagian masuk kota.
“Dengan debit air 130 liter per detik, sesuai ijin dari Kementerian PU diharapkan bisa memperbaiki layanan air PDAM. Karena sampai kini, wilayah Gergunung itu seringkali aliran airnya terganggu,” paparnya.
Sigit menerangkan, pemasangan pipa ini akan berdampak pada peningkatan tekanan atau konyuitas (pasokan) air di beberapa wilayah. Dan tentunya juga akan ada penambahan jumlah pelanggan.
“Rata-rata setiap tahun ada penambahan dari 1.500 sampai 2.000 pelanggan. Mengapa di Klaten persentase pelanggan PDAM itu baru 13 persen? Ya, karena kondisi sumur-sumur warga masih bagus (untuk dikonsumsi) di beberapa wilayah. Selain itu, juga ada pelayanan yang lain seperti Pamsimas,” ucap Sigit.









