Ikuti GlobEEs, UKDW Ajak Peserta Asah Kepekaan Terhadap SDGs

Para mahasiswa dari tiga universitas yang mengikuti kegiatan Global Education Experiences (GlobEEs) 2024 berfoto bersama.

WartaKita.org – Biro Kerja Sama dan Relasi Publik (Biro 4) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan program yang bertajuk Global Education Experiences (GlobEEs) 2024.

Program ini dilakukan dalam rangka memberikan pengalaman internasional bagi para mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 21 mahasiswa dari tiga universitas mengikuti kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 sampai 19 Juli 2024.

Ketiga universitas yang berperan dalam program ini adalah UKDW Yogyakarta, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, dan Chang Jung Christian University (CJCU) Taiwan.

Kepala Biro Kerja Sama dan Relasi Publik UKDW Yogyakarta, Dr. Phil. Lucia Dwi Krisnawati menyampaikan, program GlobEEs 2024 berfokus pada kegiatan yang memungkinkan peserta untuk mengalami pendidikan dan budaya di negara dan kampus yang berbeda.

Kegiatan GlobEEs yang diampu UKDW ini diseralaskan dengan jiwa UKDW yang inklusif dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Program GlobEEs merupakan agenda tahunan dan diselenggarakan secara bergantian antara Indonesia dan Taiwan sebagai tuan rumahnya. Tahun ini, program tersebut dilaksanakan di Indonesia, dimana UKDW dan UKSW menjadi tuan rumah,” katanya.

Peserta Global Education Experiences (GlobEEs) 2024 berfoto bersama di Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

Dr. Phil. Lucia Dwi Krisnawati menjelaskan, selama di Yogyakarta dari tanggal 8 sampai 12 Juli 2024, peserta GlobEEs dajak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

“Peserta GlobEEs kami ajak untuk melakukan kegiatan bersama dengan mitra UKDW yang fokus pada program inklusivitas dan pemberdayaan perempuan seperti Yayasan Indonesia Down Syndrome Insani (YIDSI), Pusat Rehabilitasi YAKKUM, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngestiharjo. Selain itu, kami juga mengajak peserta untuk mengenal budaya Jawa dengan mengikuti workshop angklung dan gamelan, serta mengunjungi MuseumKu Gerabah yang terletak di Desa Wisata Kasongan, yang terkenal dengan sentra kerajinan gerabah yang sudah tembus di pasar Internasional,” jelasnya.

Peserta Global Education Experiences (GlobEEs) 2024 bermain gamelan untuk mengenal budaya Jawa.

Lucia Dwi Krisnawati menambahkan, setelah mengikuti serangkaian program di Yogyakarta, peserta GlobEEs beranjak untuk mengikuti kegiatan di Salatiga dan melanjutkan aktivitas di Solo dan Jawa Timur.

“Program ini merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengalami secara langsung pendidikan dan budaya negara lain. Program ini memberi kesempatan kepada peserta untuk terlibat dalam lingkungan belajar yang multi-kultur, mengasah kepekaan dan membangun kesadaran mahasiswa terhadap pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan (SGDs) di Indonesia dan Taiwan, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris peserta,” paparnya.

Pos terkait