Ciptakan Mudik Aman Dan Berkesan, Polres Klaten Libatkan 641 Personel Gabungan, Musnahkan 14.269 Botol Miras

Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya bersama Forkopimda Klaten mengecek kesiapan personel pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2023 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 2023 M di Lapangan KSDC Mapolres Klaten, Senin (17/4/2023) pagi.

WartaKita.org – Polres Klaten melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2023 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1444 H / 2023 M di wilayah Kabupaten Klaten yang diadakan di Lapangan KSDC Mapolres Klaten, Senin (17/4/2023) pagi.

Apel Gelar Pasukan untuk menciptakan mudik aman dan berkesan ini dipimpin oleh Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya bersama Forkopimda Klaten.

Bacaan Lainnya

Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya menyatakan, Apel Gelar Pasukan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2023 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1444 H, baik pada aspek personel, maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait.

Kapolri menyampaikan, operasi Ketupat 2023 dilaksanakan selama 12 hari dari tanggal 18 sampai 29 April 2023 dengan fokus pengamanan masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.

“Dalam pelaksaan operasi ketupat 2023 melibatkan personel pengamanan gabungan terdiri dari personel Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, dan Instansi lainnya,” kata Kapolri.

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran berdasarkan hasil survey Badan Litbang Kemenhub RI diprediksi sekitar 123,8 juta jiwa.

Operasi Ketupat 2023 akan melibatkan 148.161 personel gabungan TNI, Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka dan mitra kamtibmas.

Jumlah pos pengamanan sebanyak 2787 Pos dengan rincian 1.857 Pos Pengamanan, 713 Pos pelayanan dan 217 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pos Komando dan pengendalian.

“Untuk memastikan pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1444 H berjalan aman dan lancar, maka diperlukan langkah-langkah sinergis dengan stakeholder terkait agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian Idul Fitri 1443,” ujar Kapolri.

Selain itu, lanjut Kapolri, Polri juga melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam rangka cipta kondisi jelang operasi ketupat dengan sasaran distribusi sembako, penyakit masyarakat, miras, judi, prostitusi, narkoba, petasan, dan balon udara yang mengganggu penerbangan, serta operasi untuk mengatasi arus balik.

“Permasalahan menjelang, pada saat dan pasca Idul Fitri 1444 H harus diantisipasi dengan bergandengan tangan dan bersinergi dengan seluruh stakeholder agar masyarakat khususnya umat muslim dapat melaksanakan ibadah dengan khusuk serta masyarakat yang mudik berjalan lancar, aman dan sehat,” jelas Kapolri.

Pemusnahan minuman keras di Lapangan KSDC Mapolres Klaten, Senin (17/4/2023) pagi.

Terkait, Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo menjelaskan, untuk pengamanan Idul Fitri 1444 di Kabupaten Klaten akan melibatkan 641 personel gabungan Polri dan TNI, serta stakeholder terkait. Polres Klaten menyediakan pos pelayanan di Prambanan, simpang empat RS Tegalyoso Klaten, Alun Alun Klaten, simpang tiga Jatinom, simpang empat Karang, Delanggu, dan Terminal Ir Sukarno Buntalan.

Usai Apel Gelar Pasukan dilakukan pemusnahan minuman keras (miras). Miras ini merupakan hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) maupun kegiatan kepolisian yang ditingkatkan sejak Januari sampai 15 April 2023.

Dalam kurun waktu ini, Polres Klaten dan Polsek jajaran telah berhasil mengamankan sebanyak 16.269 botol minuman keras dengan berbagai merek dan jenis. Yang mana sebanyak 20 kasus dilanjutkan ke sidang tipiring dan sisanya dilakukan pembinaan sebagai upaya ultimatum premidium dalam rangka penegakan hukum.

Kapolres menambahkan, atas perintah Kapolda Jawa Tengah, maka Polres Klaten diminta untuk mengirimkan sekitar 2000 botol minuman keras untuk dimusnahkan di Mapolda Jawa Tengah. Karena itu, ada sebanyak 14.269 botol minuman keras yang dimusnahkan di Mapolres Klaten.

Pos terkait