WartaKita.org – Mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) itu tidak mudah. Karenanya, para Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Klaten Selatan meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten untuk memberikan pendampingan dan suntikan modal.
Pernyataan ini mengemuka pada acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klaten Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pendirian dan Pengelolaan BUMDes di Balai Desa Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan, Selasa (2/3/2021).
Sosialisasi Perda BUMDes ini dihadiri Camat, Kepala Desa, dan perwakilan pengelola BUMDes. Sedang narasumber sosialisasi adalah Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Klaten.
Hadir sebagai narasumber yaitu Wakil Ketua DPRD Klaten Triyono dan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yaitu Agus Riyanto, Heri Wibawa, Widodo Gendut, dan Sudibyo.
Dalam sesi tanya jawab, Kepala Desa (Kades) Merbung Muh Andi Setyawan menyampaikan bahwa mengelola BUMDes itu gampang-gampang susah. BUMDes memang sudah berdiri. Tetapi belum banyak yang maju.
“Urusan Kades itu tidak hanya Bumdes. Semua urusan desa, akhirnya juga kembali ke Kades. Maka, perlu ada pendamping khusus untuk BUMDes. Sebab, mengelola BUMDes itu tidak sederhana. Maju dan tidaknya BUMDes lebih tergantung kepada pengelolanya, kepada sumber daya manusianya,” katanya.
Sedang Kades Nglinggi Sugeng Mulyadi menyatakan, mengelola BUMDes itu tidak mudah. Usaha BUMDes harus memperhatikan warga sekitar.
“Yang penting, usaha BUMDes jangan sampai ngrusui usaha yang sudah ada di desa. Usaha yang dimiliki warga desa,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Klaten Triyono saat ditemui usai sosialisasi mengatakan, sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 BUMDes dari 401 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten. Sedang bagi desa yang belum membentuk BUMDes diharapkan segera mendirikan.
“Karena ada dana dari Pemkab klaten untuk penguatan kelembagaan Rp100 juta per BUMDes untuk merangsang agar BUMdes bisa segera didirikan, dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Triyono mengungkapkan, dalam sosialisasi Perda BUMDes ini mengemuka bahwa pengelolaan BUMDes itu tidak segampang yang dibayangkan. Diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni, punya inisiatif, serta harus punya kemauan dan tekad agar BUMDes bisa berdiri dan eksis.
“Karena jika tanpa insiatif dan kemauan (pengelola), BUMDes akan sulit maju dan berkembang,” tandasnya.
Terkait, Camat Klaten Selatan Joko Hendrawan menambahkan, semua desa di Klaten Selatan sudah memiliki BUMDes. Sedang BUMDes yang menonjol ada beberapa, diantaranya BUMDes Karanglo, Nglinggi, Sumberejo, dan Merbung dengan usaha yang bervariasi.
“Kendala yang dihadapi BUMDes saat ini, karena masih dalam masa pandemi covid-19, maka waktu bukanya menjadi terbatas. Terutama yang usaha kuliner. Kalau untuk modal, setiap desa punya potensi untuk dialokasikan dari dana desa,” ucapnya.









