WartaKita.org – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Klaten dan sekitarnya.
Sebuah obyek wisata kuliner yang menyajikan menu makanan dan minuman tradisional hadir di Jalan Mangun Suparman, Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Tempat wisata itu bernama nDalem Tani.
Manajer Operasional nDalem Tani, Iman Santoz mengatakan, resto ini dibuka sejak pertengahan Agustus tahun 2020 ini. Resto ini ingin menampilkan ciri khas tersendiri yaitu menghadirkan suasana masyarakat pertanian tradisional tempo dulu.
“Di daerah kita ini, yaitu Kecamatan Delanggu dan Polanharjo adalah daerah pertanian. Nah, kenapa nggak kita tampilkan suasana masyarakat pertanian tempo dulu?” katanya.
Iman Santoz menjelaskan, sejak dibuka sekitar dua setengah bulan lalu, resto ini tidak pernah tutup meski di masa pandemi Covid-19.
” Kita sejak awal menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pengunjung maupun karyawan di sini. Dan jarak antara bangunan satu dengan yang lain juga lumayan jauh. Dengan begitu dapat diminimalisir munculnya kerumunan,” ujarnya.
Iman menyampaikan, nDalem Tani yang menempati areal dengan luas sekitar 4.000 meter persegi ini memiliki kontur terasering dengan view yang indah. Di dalam areal resto nDalem Tani terdapat dua buah joglo, tiga bangunan rumah tradisional yang agak kecil, serta delapan “kandang kebo”.
Setiap bangunan memiliki fungsinya masing-masing. Satu joglo di bagian depan bisa berfungsi sebagai tempat rapat. Joglo yang kedua sebagai area pertunjukan live musik akustik yang sekaligus sebagai area makan.
Sedang rumah tradisional Jawa yang agak kecil berfungsi sebagai dapur, rumah singgah, dan museum tani.
Kalau resto lain dilengkapi dengan gazebo, di nDalem Tani ini agak lain. Ada delapan “Kandang Kebo” yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk makan sekeluarga.
Sebenarnya, masih ada lahan di bawah yang disiapkan sebagai ajang edukasi bagi anak-anak untuk belajar mengenai pertanian. Tetapi karena adanya pandemi Covid-19 ini, rencana tersebut ditangguhkan.
“Rencananya, lahan yang ada di bawah itu akan kita lengkapi dengan alat bajak tradisional yang ditarik sapi atau kerbau. Di situ, anak-anak bisa ikut membajak sawah. Kemudian juga disiapkan lahan untuk belajar bercocok tanam, baik padi maupun tanaman sayuran serta buah-buahan,” paparnya.

Sedang Owner nDalem Tani, Budi Kuntoro memaparkan, resto ini menyajikan menu makanan tradisional unggulan seperti sego wiwit, sego telung warno, dan sego midodareni.
Menu sego wiwit adalah menu nasi dan sayuran kangkung lengkap dengan bumbu parutan kelapa, bubuk kedelai, ikan asin, telur rebus, dan iwak ingkung atau daging ayam yang direbus.
Sedangkan menu sego telung warno terdiri dari nasi putih, nasi beras merah, dan thiwul yang ditemani dengan sayur dan daging ayam.
Sementara menu sego midodareni merupakan menu yang biasa dihidangkan saat kenduri yang terdiri dari nasi, sayur, bumbu parutan kelapa, daging ayam goreng, dan telur rebus.
Ada juga minuman tradisional yang menjadi andalan resto ini, yaitu kunir asem dan beras kencur.
Selain hadir sebagai resto dengan menu tradisional, nDalem Tani juga menghidangkan makanan dan minum standar lainnya.
“Kita juga sudah pasang perlengkapan untuk flying fox serta arena bermain anak-anak. Itu akan kita siapkan setelah pandemi Covid-19 ini sudah pergi,” ucapnya.









