WartaKita.org – Pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap dunia pariwisata di Yogyakarta.
Salah satunya terhadap industri perkopian di Yogyakarta.
Pada masa pandemi Covid-19 ini, omset sebagian besar coffe shop di Yogyakarta menurun drastis. Bahkan, ada banyak kedai kopi yang harus menutup sementara usaha mereka.
Kedai kopi Pakopen Pringwulung yang berada di Jalan Legi nomor 22, Papringan, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman ini misalnya. Mereka memilih untuk menutup sementara kedai mereka sejak pertengahan Maret atau pada awal kemunculan Covid -19.
Owner Pakopen Pringwulung, Lukas mengungkapkan, pihaknya sepakat untuk menutup sementara kedai kopinya setelah mengalami penurunan omset yang drastis.
“Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, maka kami bersepakat untuk menutup sementara kedai kopi kami. Hal ini agar tidak membebani biaya operasional yang terlalu tinggi. Sementara, pendapatan kami terus menurun,” ujar Lukas pada Rabu (23/9/2020) lalu.
Lukas menyatakan, biasanya, setiap bulan omset mereka mencapai Rp 5 juta. Tetapi sejak virus corona merebak, penghasilan mereka hanya sekitar Rp 1 juta. Bahkan kadang kurang.
“Di masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah menganjurkan agar warga tidak berkerumun guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Kebijakan ini membuat warga jarang keluar rumah. Apalagi minum kopi di luaran. Sehingga dampaknya mengakibatkan terjadinya penurunan omset kedai kopi yang sangat drastis,” terangnya.









