Kembangkan Desa Wisata, DPR RI Endang Srikarti Handayani Ajak PT TWC “Sulap” Komplek Makam Kyahi Ageng Gribig Jadi Luar Biasa

Ratusan warga terlibat dalam Program Padat Karya Tunai (PKT) di Jatinom, Jumat (27/4/2018).

Wartakita.org – Sekitar 500 orang dari 10 Desa di Kecamatan Jatinom dilibatkan dalam Program Padat Karya Tunai (PKT) penataan dan pembangunan Komplek Makam Kyahi Ageng Gribig dan Sendang Plampeyan di Dukuh Jatinom, Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mulai Jumat (27/4/2018).

Penataan dan pembangunan lokasi yang sering digunakan untuk upacara tradisi sebar apem Yaqowiyu ini atas prakarsa Anggota DPR RI dari Partai Golkar Endang Srikarti Handayani bersama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobodur, Prambanan, dan Ratu Boko. Dalam Padat Karya Tunai ini, PT TWC mengalokasikan dana Rp250 juta.

Bacaan Lainnya

Kepala Divisi PKBL TWC Bambang Sarwo Edi menyampaikan, di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) atau semacam Corporate Social Responsibility (CSR) di perusahan swasta.

“Dalam Program Kemitraan (PK), kita menyalurkan dana bantuan kepada masyarakat dengan bunga rendah yakni 3 persen. Sedang untuk Bina Lingkungannya (BL), kita arahkan pada 7 sektor seperti bencana, kesehatan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan lain lain,” katanya.

Bambang Sarwo Edi menyatakan, untuk Bina Lingkungan PT TWC tahun ini, sebagian disalurkan ke program padat karya tunai di Komplek Makam Kyahi Ageng Gribig dan Sendang Plampeyan itu.

“Untuk penyaluran Bina Lingkungan di Jatinom ini atas prakarsa Ibu Endang Srikarti Handayani. PT TWC bekerjasama dengan pengelola makam Makam Kyahi Ageng Gribig memberikan bantuan untuk Bina Lingkungan dalam program padat karya tunai sebesar Rp250 juta. Syarat dari program ini harus melibatkan minimal 300 orang hingga 500 orang,” ujarnya.

Sedang Kepala Divisi Perencanaan Ratno Timur menjelaskan, jika Komplek Makam Kyahi Ageng Gribig dan Sendang Plampeyan dibangun secara total, memang membutuhkan dana lebih dari Rp250 juta. Dengan partisipasi program Bina Lingkungan ini diharapkan akan menambah manfaat bagi pengelola Makam Kyahi Ageng Gribig.

“Pada tahap awal ini, PT TWC membuat konsep mini amphitheatre dengan memanfatkan terasiring lahan di sekitar area makam. Sehingga diharapkan pada saat puncak sebaran apem nanti, pengunjung dapat leluasa berada di tempat ini. Selain itu, di bagian bawah dijadikan panggung. Sehingga dapat digunakan untuk kegiatan tidak hanya setahun sekali,” terangnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah, Endang Srikarti Handayani mengaku senang dengan semangat kebersamaan warga dalam program padat karya tunai ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari komitmennya sebagai wakil rakyat dalam mengupayakan pemihakan pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

“Saya senang melihat masyarakat yang guyub, rukun seperti ini. Saya berharap, jika Komplek Makam Kyahi Ageng Gribig dan Sendang Plampeyan ini dibangun, pasti hasilnya juga akan dinikmati oleh masyarakat setempat,” ucapnya.

Anggota DPR RI Komisi VI ini berharap, dengan upaya penataan dan pembangunan yang dibantu oleh PT TWC ini, tempat wisata religi ini bisa semakin berkembang.

“Kita ingin mengembangkan semua desa wisata yang ada di Kabupaten Klaten ini. Kita ingin menyulap tempat ini (Komplek Makam Kyahi Ageng Gribig dan Sendang Plampeyan) menjadi tempat wisata yang luar biasa,” kata Endang.

Pos terkait