WartaKita.org – Sekitar 700 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) perluasan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Pengambilan KKS perluasan ini dilakukan di aula kantor Kecamatan Klaten Selatan pada Sabtu (13/6/2020) dan Senin (15/6/2020).
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Klaten Selatan, Muhammad Titis Wasana menyampaikan, warga yang menerima KKS perluasan ini akan mendapat bantuan berupa sembako selama sembilan bulan. Bantuan sembako yang diterima senilai Rp200 ribu, atau sama dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang reguler.
“Isi paketnya sama. Tetapi akan kita rapatkan lagi dengan Dinsos (Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Klaten. Yang sudah-sudah, yaitu 15 kg beras, 15 butir telur, dan jeruk. Jeruk ini untuk meningkatkan imunitas saat menghadapi pandemi covid-19,” katanya.
Titis mengatakan, bantuan KKS akan mulai disalurkan pada bulan Juni ini sampai Desember nanti.
“Penyaluran bantuan KKS akan dibuatkan jadwal khusus. Penyaluran akan dilakukan di e warong atau SRC yang sudah bekerja sama dengan BNI,” ujarnya.
Sementara itu Camat Klaten Selatan Joko Hendrawan berharap, data penerima KKS di Klaten Selatan ini tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan sosial (bansos) yang lain. Karena penerima KKS sudah diverifikasi olehTKSK maupun operator desa.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga yang terdampak covid-19, terutama mereka yang miskin. Sehingga (bantuan ini) tepat sasaran,” harapnya.
Karena itu, Camat Joko Hendrawan juga mengetuk kesadaran para penerima bansos lainnya.
“Kalau yang sudah mampu, ya tolong, (bantuan ini) jangan diterima. Tetapi diberikan kepada yang lain. Dengan cara mengundurkan diri, dan membuat pernyataan tidak menerima bantuan. Sehingga ke depan, kita bisa merubah data. Bantuan diberikan untuk mereka yang lebih berhak,” tandasnya.
Camat Klaten Selatan menambahkan, dampak dari pandemi covid-19 sangat luar biasa. Baik dari segi kesehatan, ekonomi, dan lainnya. Karena banyak usaha yang macet, sehingga mereka tidak bisa menghidupi keluarga sehari-hari.
“Karena itu, Pemerintah menjamin kehidupan warga yang terdampak covid-19. Tetapi dengan konsekuensi, masyarakat yang sudah mampu, yang sudah kaya, ya jangan menerima bantuan,” ucapnya.









