400 Peserta Ikuti Penyegaran Katekis Se Kevikepan Surakarta

Rama Antonius Budi Wihandono, Pr saat memberikan pesan peneguhan kepada para katekis se Kevikepan Surakarta, Minggu (21/1/2018).

WartaKita.org – Sekitar 400 peserta mengikuti acara Penyegaran Katekis se Kevikepan Surakarta yang diadakan di Aula Sekolah Regina Pacis Surakarta, pada Minggu (21/1/2018).

Vikaris Episkopalis (Vikep) Surakarta, Rama Antonius Budi Wihandono, Pr dalam pesan peneguhan menyampaikan, metode katekese yang digunakan, baik itu “model lama” maupun “model baru” dengan teknologi informasi memiliki tujuan utama yaitu menjadikan umat  menjadi “dong” atau mudeng dengan apa yang disampaikan.

Bacaan Lainnya

“Menjadi katekis harus melakukan pertobatan. Artinya, kalau kita dikritik, tidak dipercaya, atau dipandang tidak mampu, hal itu jangan menjadikan kita lalu mundur atau mutung. Tetapi hal itu harus diterima sebagai bagian menuju kesucian,” pesan rama.

Rama Budi Wihandono mengatakan, umat yang dipercaya menjadi katekis harusnya bersyukur. Para katekis juga harus berupaya untuk menjadi orang yang penuh syukur.

“Karena biasanya katekis itu dikangeni, menjadi idola umat, dan seringkali ditawari untuk tugas pelayanan. Maka, para katekis harus hidup sepantasnya dan “profesional”. Dalam arti, kalau menjadi katekis, ya bagaimana seharusnya sebagai katekis. Begitu pula saat katekis menjadi bapak, ibu, anak, pengurus, dan sebagainya,” kata rama.

Acara penyegaran katekis ini menampilkan dua narasumber atau pemateri, yakni Rama Bernardus Dirgaprimawan, SJ dan Dosen IPPAK Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Cicilia Paulina Sianipar.

Rama Bernardus Dirgaprimawan, SJ menyampaikan materi “Akrab dan Cintai Sabda Allah: Menggali Inspirasi dari Kitab Kebijaksanaan”. Sedang Cicilia Paulina Sianipar memaparkan “Metode Katekese dalam menyikapi perkembangan teknologi”.

Pos terkait