Saturday, 8 Aug 2020


Wujudkan Toleransi, PAKEM Paroki Klaten Bantu Amankan Sholat Idul Adha Di Masjid Hidayah Bareng

PAKEM Paroki Klaten membantu mengamankan Sholat Idul Adha di Masjid Hidayah Bareng, Jumat (31/7/2020) pagi.

WartaKita.org – Tim Pelayanan Keadilan dan Perdamaian (PAKEM) Paroki Santa Maria Assumpta Klaten membantu mengamankan pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Hidayah, RW 9 Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jumat (31/7/2020) pagi.

Kehadiran personil PAKEM Paroki Klaten di sekitar Masjid Hidayah ini menjadi sesuatu yang menarik. Karena di situ ada suasana persaudaraan sejati, guyub rukun, dan terbangun toleransi.

Koordinator PAKEM Paroki Klaten C Andri Wahyu Dewanto menjelaskan, kehadiran PAKEM pada Sholat Idul Adha ini atas permintaan dari Takmir (pengurus) Masjid Hidayah Bareng. Dan ini sejalan dengan misi PAKEM, yaitu ikut terlibat dalam kegiatan bantuan sosial.

“Kami hadir di situ (sekitar Masjid Hidayah) untuk mengatur jalan, menata parkir, menjaga pelaksanaan Sholat Idul Adha, dan lainnya. Intinya, kami ingin membantu jamaah masjid agar dapat beribadah dengan baik, khusyuk, dan lancar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Hidayah Bareng, Sudadi mengucapkan terima kasih atas bantuan keamanan dari PAKEM Paroki Klaten.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari bapak-bapak (PAKEM Paroki Klaten) semua. Semoga kerjasama yang baik ini dapat terjalin terus di masa-masa mendatang,” ucapnya.

Personil PAKEM Paroki Klaten berfoto bersama usai membantu mengamankan Sholat Idul Adha di Masjid Hidayah Bareng, Jumat (31/7/2020) pagi.

Andri menambahkan, pengamanan pelaksanaan sholat seperti ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh PAKEM Paroki Klaten. Sebelumnya, PAKEM juga pernah diminta untuk mengamankan Sholat Idul Fitri di Masjid Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Masjid Ngriman, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, dan Masjid Birin, Desa Karanglom Kecamatan Klaten Selatan.

“Apa yang PAKEM lakukan ini sejalan dengan apa yang pernah dikatakan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur: Kita bisa berbeda keyakinan, tetapi bersaudara dalam kemanusiaan,” ujar Andri. (caww/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *